Deli Serdang, Tandaglobal.news — PT Hadi Baru merupakan salah satu perusahaan yang tercatat dalam sejarah industri pengolahan karet di Sumatera Utara. Berlokasi di kawasan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, perusahaan ini berkembang dari kegiatan remilling karet menjadi industri pengolahan crumb rubber atau karet remah untuk pasar ekspor.
Berawal dari Perusahaan Hadi
Riwayat PT Hadi Baru bermula dari perusahaan bernama Perusahaan Dagang dan Perindustrian Hadi yang disingkat PT Hadi. Sumber akademik yang membahas sejarah perusahaan mencatat akta awal dengan Nomor 97/HB/1/1961 tertanggal 17 Januari 1961.
Dalam perkembangannya, terjadi perubahan kepengurusan dan anggaran dasar. Pada 3 Oktober 1963, perubahan pengurusan tercatat melalui Akta Nomor 55 yang dibuat di hadapan notaris Roesli, S.H., di Medan.
Kemudian, pada 18 Januari 1964, anggaran dasar kembali mengalami perubahan melalui Akta Nomor 29 di hadapan notaris Panusunan Batubara, S.H. Nama perusahaan kemudian menjadi PT Hadi Baru.
Perusahaan tercatat memperoleh pendaftaran pada Departemen Kehakiman dengan Nomor J.A. 5/19/8 pada 29 Januari 1964 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 37 pada 8 Mei 1964.
Karena terdapat beberapa tanggal dalam dokumen yang berbeda antara akta awal, perubahan badan hukum, dan tanggal pendirian yang disebut dalam penelitian, tahun 1964 lebih tepat dipahami sebagai periode pengesahan dan pembentukan PT Hadi Baru dalam bentuk yang kemudian dikenal.
Berlokasi di Kawasan Sunggal
Pabrik PT Hadi Baru berada di kawasan Jalan Medan–Binjai, sekitar kilometer 16,5–16,75, wilayah Sunggal, Deli Serdang. Salah satu penelitian menyebut kompleks pabrik tersebut memiliki luas sekitar 10 hektare.
Selain pabrik, perusahaan juga memiliki kantor pemasaran di Jalan Kumango Nomor 16, Medan, menurut penelitian mengenai operasional perusahaan.
Lokasi tersebut berada di kawasan yang sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra industri pengolahan karet di sekitar Medan dan Deli Serdang.
Direktori Industri Besar dan Sedang Sumatera Utara yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat PT Hadi Baru sebagai industri karet remah dengan produk utama SIR 20. Dalam direktori tersebut, alamat perusahaan dicatat di Jalan Binjai Km 16,5, Diski, Kecamatan Sunggal.
Awalnya Mengolah Karet dengan Sistem Remilling
Pada periode awal kegiatan industrinya, PT Hadi Baru bergerak dalam remilling karet.
Remilling merupakan kegiatan mengolah kembali bahan karet menjadi bentuk lembaran yang dalam sumber akademik disebut remilled brown crepe. Kegiatan tersebut berbeda dengan sistem produksi crumb rubber yang kemudian menjadi kegiatan utama perusahaan.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari perkembangan industri karet Indonesia pada masa ketika pemerintah mulai mendorong pengolahan dan pemasaran produk karet dengan standar teknis untuk pasar internasional.
Beralih ke Produksi Crumb Rubber
Perubahan penting terjadi pada awal dekade 1970-an.
Sumber akademik mengenai PT Hadi Baru menyebut perusahaan kemudian beralih dari kegiatan remilling menuju produksi crumb rubber dengan standar Standard Indonesian Rubber (SIR). Perubahan tersebut dikaitkan dengan izin Menteri Perdagangan melalui Keputusan Nomor 288/Kp/IX/1970 tanggal 14 September 1970.
Sumber lain yang membahas laporan perusahaan menyebut perubahan produksi tersebut mulai berlangsung pada 1972, ketika status perusahaan disahkan sebagai perusahaan swasta nasional atau PMDN.
Dengan perubahan tersebut, PT Hadi Baru memasuki tahap baru sebagai industri pengolahan karet remah yang produknya ditujukan untuk pasar industri dan perdagangan internasional.
SIR 20 Menjadi Produk Utama
Dalam kegiatan produksinya, PT Hadi Baru menghasilkan beberapa jenis mutu SIR, antara lain SIR 5, SIR 10, dan SIR 20. Namun, SIR 20 menjadi produk utama perusahaan.
Salah satu penelitian menyebut produksi SIR 20 mencapai sekitar 98 persen dari total produksi pada periode yang diteliti.
Kualitas crumb rubber ditentukan berdasarkan sejumlah parameter teknis, antara lain kadar kotoran (dirt content), kadar abu (ash content), kadar zat menguap (volatile content), Plasticity Retention Index (PRI), serta kadar nitrogen.
Parameter tersebut digunakan untuk memastikan karet memenuhi persyaratan mutu yang diperlukan dalam perdagangan industri karet.
Terhubung dengan Pasar Ekspor
Produksi PT Hadi Baru tidak hanya ditujukan untuk pasar dalam negeri. Sejumlah penelitian mengenai perusahaan mencatat produk crumb rubber diekspor ke berbagai negara.
Pasar yang disebut dalam sumber-sumber tersebut antara lain Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Turki, serta sejumlah negara Eropa lainnya.
Aktivitas ekspor tersebut menunjukkan posisi PT Hadi Baru dalam rantai perdagangan karet alam Indonesia. Bahan karet yang diproses di pabrik kemudian menjadi produk dengan spesifikasi teknis yang dapat dipasarkan kepada industri pengguna karet di berbagai negara.
Bahan Baku dari Berbagai Bentuk Karet
Dalam proses produksinya, PT Hadi Baru menggunakan berbagai bahan baku karet, antara lain lateks, cup lump, getah tarik, getah tanah, dan slab. Bahan-bahan tersebut kemudian melalui sejumlah tahapan pengolahan hingga menjadi crumb rubber.
Pengolahan tersebut membutuhkan rangkaian mesin dan fasilitas produksi, termasuk bagian penerimaan bahan baku, penggilingan, pengeringan, laboratorium, gudang, serta bengkel.
Keberadaan laboratorium juga penting karena mutu SIR harus diperiksa berdasarkan parameter teknis sebelum produk dipasarkan.
Perkembangan Tenaga Kerja
PT Hadi Baru juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri Sunggal.
Penelitian yang dilakukan pada 2008 mencatat jumlah tenaga kerja perusahaan sekitar 302 orang. Pekerja terdiri atas karyawan yang bekerja di bagian administrasi maupun tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi.
Data tersebut merupakan gambaran pada periode penelitian dan tidak dapat dianggap sebagai jumlah tenaga kerja perusahaan saat ini.
Pengembangan Fasilitas Produksi
Untuk menjalankan produksi crumb rubber, PT Hadi Baru menggunakan berbagai fasilitas industri. Struktur organisasi yang dicatat dalam penelitian antara lain mencakup bagian produksi, penerimaan, laboratorium, gudang, bengkel, pembelian, pemasaran, keuangan, serta personalia.
Perawatan mesin menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan pabrik. Aktivitas PT Hadi Baru bahkan menjadi objek penelitian mengenai Total Productive Maintenance (TPM) dan efektivitas penggunaan mesin produksi di Universitas Sumatera Utara.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan produksi karet remah membutuhkan pengelolaan peralatan secara berkelanjutan agar proses produksi dapat berjalan efektif.
Pernah Menjadi Objek Kajian Lingkungan
Aktivitas industri karet juga menghasilkan limbah cair sehingga pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari operasional pabrik.
Dokumen survei lingkungan yang melibatkan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Dewan Daerah Perubahan Iklim, dan JICA pada 2013 mencatat keberadaan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL di PT Hadi Baru.
Dokumen tersebut juga mencatat pengambilan sampel pada bagian masuk dan keluar instalasi pengolahan.
Dokumen yang sama mencatat perusahaan memiliki izin terkait pembuangan limbah cair dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang diterbitkan pada 2010.
Informasi tersebut merupakan catatan pada periode 2010–2013 dan tidak secara otomatis menggambarkan kondisi pengelolaan lingkungan perusahaan pada 2026.
Berkontribusi pada Lingkungan Sekitar
Selain kegiatan industri, dokumen survei 2013 juga mencatat keberadaan kegiatan sosial perusahaan di lingkungan sekitar.
Salah satu bentuk kegiatan yang disebut adalah pendirian dan pengelolaan sekolah/madrasah Islamiyah serta Masjid Syakirin yang berada di sebelah pabrik. Dokumen tersebut menyebut kegiatan ini telah berlangsung sejak 1985.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan pabrik tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi, tetapi juga pernah memiliki hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.
Tercatat dalam Direktori Industri Sumatera Utara
Keberadaan PT Hadi Baru juga dapat ditemukan dalam data statistik pemerintah.
BPS Sumatera Utara melalui Direktori Industri Besar dan Sedang Sumatera Utara mencatat PT Hadi Baru sebagai industri Manufacture of Crumb Rubber dengan produk utama SIR 20. Direktori tersebut mencatat lokasi perusahaan di wilayah Diski, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang.
Sementara itu, direktori sarana pengolahan hasil perkebunan dari Kementerian Pertanian mencatat PT Hadi Baru sebagai fasilitas crumb rubber di wilayah Sunggal, Deli Serdang. Dokumen tersebut mencantumkan kapasitas sekitar 21.600 ton per tahun.
Angka kapasitas tersebut merupakan data dari direktori pada periode penerbitannya dan tidak boleh dianggap sebagai kapasitas produksi aktual perusahaan saat ini.
Bagian dari Sejarah Industri Karet Sumatera Utara
Perjalanan PT Hadi Baru berlangsung bersamaan dengan perkembangan industri karet Sumatera Utara yang memiliki hubungan erat dengan perkebunan, perdagangan, industri pengolahan, dan ekspor.
Dari kegiatan remilling, perusahaan kemudian beralih ke produksi crumb rubber dengan standar SIR. Produk tersebut selanjutnya dipasarkan ke berbagai negara sehingga PT Hadi Baru menjadi salah satu mata rantai dalam industri karet alam Sumatera Utara.
Catatan pemerintah pada periode yang berbeda juga masih menempatkan PT Hadi Baru sebagai perusahaan industri karet di Kabupaten Deli Serdang. Dalam daftar peserta PROPER 2020, misalnya, perusahaan tersebut tercatat sebagai perusahaan sektor karet di Deli Serdang.
Jejak PT Hadi Baru
Sejarah PT Hadi Baru memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan karet di kawasan Deli Serdang mengikuti perubahan industri selama beberapa dekade.
Perusahaan yang berawal dari Perusahaan Dagang dan Perindustrian Hadi kemudian berkembang menjadi PT Hadi Baru, menjalankan kegiatan remilling, dan selanjutnya beralih ke produksi crumb rubber SIR.
Produk utamanya, terutama SIR 20, menjadi bagian dari perdagangan karet yang terhubung dengan pasar internasional. Di tingkat lokal, pabrik di kawasan Sunggal juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan ketenagakerjaan masyarakat sekitar.
Dengan sejarah yang berawal pada dekade 1960-an dan perubahan besar menuju industri crumb rubber pada dekade 1970-an, PT Hadi Baru menjadi salah satu jejak penting perjalanan industri pengolahan karet di Deli Serdang dan Sumatera Utara.




















Tinggalkan Balasan