Kediri, Tandaglobal.news-SMA Negeri 1 Puncu terus memperkuat budaya literasi, numerasi, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan sekolah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengukuhan 38 Duta Literasi dan Numerasi serta 13 Pelopor Baca Al-Qur’an, Jumat (14/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari langkah sekolah dalam memberikan ruang kepada para murid untuk menjadi penggerak budaya positif sekaligus teladan bagi teman-temannya.

Sebanyak 38 murid yang dikukuhkan sebagai Duta Literasi dan Numerasi merupakan perwakilan dari setiap kelas. Masing-masing kelas mengirimkan dua perwakilan, terdiri atas satu murid laki-laki dan satu perempuan.

Para duta tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan budaya membaca, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan numerasi di lingkungan SMA Negeri 1 Puncu.

Selain itu, sekolah juga mengukuhkan 13 murid sebagai Pelopor Baca Al-Qur’an. Mereka diharapkan dapat menjadi penggerak kebiasaan membaca Al-Qur’an sekaligus mengajak teman-temannya untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Penyematan tanda dilakukan secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 1 Puncu, Jawari Muslim, Dalam prosesi tersebut, penyematan secara simbolis diwakili oleh empat murid.

Dua murid mewakili Duta Literasi dan Numerasi, yakni Rehana Putri dari kelas XI-1 dan Attar Don dari kelas X-4. Sementara dua murid lainnya mewakili Pelopor Baca Al-Qur’an, yaitu Wanda Octavian dari kelas XI-1 dan Galih Putra Pratama dari kelas XI-5.

Jawari Muslim menegaskan bahwa penyematan tanda tersebut bukan sekadar simbol, tetapi menjadi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Menjadi Duta Literasi dan Numerasi maupun Pelopor Baca Al-Qur’an bukan hanya tentang mengenakan tanda, tetapi bagaimana mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujar Jawari.

Menurutnya, para murid yang terpilih diharapkan mampu memberikan contoh positif bagi lingkungan sekolah. Mereka tidak hanya dituntut untuk memiliki prestasi, tetapi juga menunjukkan karakter melalui kebiasaan membaca, kemampuan bernalar, kecakapan numerasi, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Jawari juga mendorong para duta dan pelopor agar menjadikan kepercayaan tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Jadilah teladan bagi teman-teman dan jadikan amanah ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah,” katanya.

Melalui program tersebut, SMA Negeri 1 Puncu berharap budaya literasi dan numerasi semakin tumbuh di kalangan murid. Di sisi lain, kebiasaan membaca Al-Qur’an juga diharapkan menjadi bagian dari keseharian warga sekolah.

Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi SAMAS TOP (Terdepan, Optimal, Prestasi) yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan kemampuan untuk menjadi penggerak perubahan positif.

Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto