
KEDIRI, Tandaglobal.news — Upaya menjaga ketahanan pangan tak selalu dimulai dari program berskala besar. Di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, aktivitas para peternak ayam petelur menjadi salah satu bagian penting yang terus didorong agar tetap produktif dan mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat.
Melihat hal tersebut, Polsek Papar turut turun langsung ke tengah masyarakat melalui pendampingan kepada para peternak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap sektor pangan sekaligus memastikan usaha peternakan warga dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Papar Kompol Sriati, S.H. mengatakan, kehadiran personel di lapangan bukan sekadar melakukan pemantauan.
Lebih dari itu, polisi ingin membangun komunikasi langsung dengan masyarakat yang menjadi pelaku utama dalam menjaga produktivitas pangan.
Dalam pendampingan tersebut, Kompol Sriati melihat langsung proses pemeliharaan ayam petelur sekaligus berdialog dengan para peternak mengenai kondisi ternak dan aktivitas usaha yang mereka jalankan.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana aktivitas peternak berjalan. Karena dari usaha seperti ini kebutuhan pangan masyarakat ikut ditopang. Kalau peternaknya produktif dan usahanya terus berjalan, tentu dampaknya juga baik untuk ketahanan pangan,” ujar Kompol Sriati.
Menurutnya, sektor peternakan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat masyarakat.
Karena itu, komunikasi secara langsung dengan peternak diperlukan untuk mengetahui berbagai kondisi yang mereka hadapi sekaligus memberikan dukungan sesuai kapasitas Polri.
“Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana usaha masyarakat ini bisa terus berjalan. Kami akan terus membangun komunikasi dengan para peternak dan membantu sesuai kapasitas kami di lapangan,” tambahnya.
Pendampingan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ketahanan pangan dibangun dari banyak lini, termasuk dari usaha peternakan yang dikelola masyarakat.
Dari kandang-kandang milik warga, produksi telur terus dijaga agar tetap berjalan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh peternak, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan pasokan pangan.




















Tinggalkan Balasan