SAGA, Tandaglobal.news – Jauh sebelum Jepang berkembang menjadi salah satu negara industri besar dunia, sejumlah wilayah di negeri tersebut telah mulai mempelajari teknologi Barat. Salah satu buktinya berada di Prefektur Saga, yakni Mietsu Naval Dock.
Mietsu Naval Dock atau Mietsu Kaigunjo merupakan fasilitas galangan kapal yang dikembangkan oleh Domain Saga pada pertengahan abad ke-19.
Pada masa itu, Jepang menghadapi perubahan besar dalam hubungan dengan negara-negara Barat. Perkembangan kapal uap dan persenjataan modern mendorong penguasa lokal untuk memperkuat kemampuan militer sekaligus menguasai teknologi baru.
Domain Saga menjadi salah satu wilayah yang aktif merespons perubahan tersebut. Pengembangan Mietsu berlangsung pada 1850-an dan fasilitas galangan kapal utamanya dikembangkan sekitar 1858.
Mietsu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuatan dan perbaikan kapal. Kawasan tersebut juga berkaitan dengan pendidikan angkatan laut serta pembelajaran teknologi maritim.
Keberadaan Mietsu menunjukkan bahwa proses modernisasi Jepang sudah dimulai sebelum Restorasi Meiji pada 1868. Teknologi Barat dipelajari dan kemudian dikembangkan oleh tenaga lokal untuk memenuhi kebutuhan militer dan maritim.
Setelah Restorasi Meiji, peran Mietsu berangsur berkurang. Jepang mulai membangun fasilitas industri dan galangan kapal yang lebih besar sehingga fasilitas lama tersebut tidak lagi menjadi pusat utama pengembangan teknologi kapal.
Waktu kemudian mengubah bentuk kawasan Mietsu. Sebagian besar struktur aslinya tidak lagi terlihat di permukaan. Namun, penelitian arkeologi yang dilakukan pada 2009 menemukan berbagai peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas galangan kapal, termasuk struktur kayu dan fasilitas industri.
Untuk melindungi peninggalan tersebut, sejumlah struktur arkeologi kemudian ditimbun kembali.
Mietsu Naval Dock akhirnya menjadi bagian dari Sites of Japan’s Meiji Industrial Revolution yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2015.
Situs ini menjadi bukti penting bahwa Jepang telah memulai proses penguasaan teknologi perkapalan modern sejak pertengahan abad ke-19.
Di balik peninggalan yang sebagian besar tidak lagi terlihat, Mietsu menyimpan cerita tentang masa ketika Jepang mulai berusaha mengejar perkembangan teknologi maritim Barat dan membangun kemampuan industrinya sendiri.




















Tinggalkan Balasan