
Kediri, Tandaglobal.news — Kesenian Tari Kenaren, warisan budaya asli Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, terus dilestarikan oleh Paguyuban Macan Kumbang bersama komunitas seni setempat. Tarian yang memadukan unsur tari tradisional dan pencak silat ini menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Brumbung.
Pengurus Paguyuban Macan Kumbang menjelaskan, Tari Kenaren diciptakan oleh Pak Mojo atau Mbah Mojo sekitar tahun 1941 atau 1958.
Hingga kini, tarian tersebut masih rutin ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti hajatan, peringatan hari jadi desa, maupun festival budaya.
“Tari Kenaren merupakan warisan leluhur Desa Brumbung yang harus terus dijaga. Kami berharap generasi muda ikut belajar agar kesenian ini tidak hilang ditelan zaman,” ujar pengurus paguyuban, Kamis (30/7/2026).
Tari Kenaren memiliki ciri khas berupa perpaduan gerakan tari dan pencak silat.
Pertunjukan dimainkan secara berpasangan oleh empat penari dengan iringan tiga kendang dan satu jidor.
Setiap gerakan mengarah ke empat penjuru mata angin yang memiliki filosofi tersendiri.
Kesenian ini juga memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan.
Pada 1984, Tari Kenaren dipercaya mewakili Kabupaten Kediri untuk tampil di TVRI serta mengikuti lomba tari tingkat Provinsi Jawa Timur di Surabaya.
Pada 2011, Paguyuban Macan Kumbang meraih Juara I Pekan Budaya Kabupaten Kediri yang digelar di Simpang Lima Gumul.
Upaya pelestarian Tari Kenaren juga mendapat dukungan pemerintah.
Pada 2020, kesenian ini memperoleh dana hibah revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Nasional sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.
Pada 2022, Tari Kenaren kembali tampil memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri.
“Kami ingin Tari Kenaren terus dikenal masyarakat luas dan tetap menjadi kebanggaan Kabupaten Kediri. Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tetap hidup untuk generasi mendatang,” pungkasnya.




















Tinggalkan Balasan