Kediri, Tandaglobal.news — Bertambahnya lulusan SMA dan SMK pada musim kelulusan diperkirakan akan meningkatkan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Kediri. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri karena sebagian lulusan memilih langsung bekerja dibanding melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, mengatakan secara tren jumlah pencari kerja memang cenderung meningkat setiap kali musim kelulusan sekolah.
Meski demikian, besaran kenaikan angka pengangguran belum dapat dipastikan karena pengukuran Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan kewenangan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kalau melihat tren, setiap ada lulusan sekolah tentu potensi angkatan kerja bertambah. Tetapi untuk mengetahui berapa persen kenaikannya, kami menunggu hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilakukan BPS setiap bulan Agustus,” ujar Ibnu.
Menurutnya, tidak semua lulusan secara otomatis masuk dalam kategori pengangguran.
Sebab, sebagian memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sebagian lainnya telah bekerja, sementara penghitungan TPT juga menggunakan definisi serta metodologi khusus yang ditetapkan BPS.
“Yang melanjutkan pendidikan tentu tidak dihitung sebagai angkatan kerja. Sedangkan yang bekerja juga memiliki kriteria tertentu menurut BPS. Karena itu kami tidak bisa mengukur sendiri angka TPT,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi bertambahnya lulusan yang berpotensi menjadi pencari kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri telah menyiapkan sejumlah program sejak sebelum masa kelulusan.
Salah satunya melalui penyelenggaraan job fair yang digelar mulai Mei hingga Juli sehingga lulusan baru memiliki kesempatan lebih cepat mendapatkan pekerjaan.
Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Disnaker juga menyediakan berbagai pelatihan keterampilan bagi lulusan yang tidak melanjutkan kuliah agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
“Kami sengaja mendesain program pada momentum setelah kelulusan SMA dan SMK. Harapannya, potensi pengangguran baru bisa ditekan sebelum dilakukan pengukuran TPT pada Agustus,” katanya.
Ibnu menambahkan, hasil survei BPS nantinya akan menjadi gambaran resmi mengenai kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Kediri.
Survei tersebut dilakukan menggunakan metode sampling dengan berbagai indikator, termasuk definisi seseorang dikategorikan bekerja atau menganggur.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya lonjakan pengangguran hanya berdasarkan banyaknya lulusan baru.
“Potret kondisi ketenagakerjaan tetap mengacu pada hasil survei BPS. Dari situ baru bisa diketahui apakah TPT mengalami penurunan atau justru meningkat,” pungkasnya.




















Tinggalkan Balasan