Tandaglobal.news | Kediri — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Kediri diisi dengan cara yang berbeda oleh Polres Kediri Kota. Melalui pertunjukan Wayang Karton Sarana Edukasi (Waton SAE), ratusan anak TK Kemala Bhayangkari 41 dan 42 diajak belajar mengenai nilai budaya, karakter, hingga pesan-pesan keselamatan dengan pendekatan yang menyenangkan.

Kegiatan yang digelar di halaman belakang Mako Polsek Kediri Kota, Kamis (23/7/2026), berlangsung meriah.

Anak-anak yang mengenakan seragam polisi tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Suasana semakin semarak dengan kehadiran para guru dan orang tua yang turut mendampingi.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia juga mendampingi anak-anak menyaksikan pertunjukan wayang yang dimainkan Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono sebagai dalang.

“Kami (Polres Kediri Kota) melaksanakan Wayang Karton Sarana Edukasi (Waton SAE) sebagai sarana edukasi bertepatan hari anak nasional. Kita selaras dengan kegiatan Bapak Presiden Republik Indonesia bahwa anak harus kita utamakan sebagai generasi penerus,” ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Menurut Anggi, kegiatan bertema “Sayangi dan Lindungi, Wujudkan Masa Depan Anak” menjadi bentuk komitmen Polres Kediri Kota dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan, media wayang dipilih karena selama ini juga digunakan dalam kegiatan Cangkrukan Kamtibmas sehingga dinilai efektif menyampaikan pesan-pesan keamanan, ketertiban masyarakat, hingga edukasi mengenai rambu-rambu lalu lintas.

“Harapannya untuk anak-anak memori melekat dengan baik apa yang menjadi impian besar kita punya masa depan cerah harus kita bimbing dan arahkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono mengatakan penggunaan wayang bertujuan mendekatkan polisi dengan anak-anak melalui pendekatan yang lebih menarik sekaligus mengenalkan budaya sejak dini.

Selain menyaksikan pertunjukan, anak-anak juga diajak membuat wayang karakter, mulai dari profesi dokter, polisi, hingga tentara.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus membangun imajinasi mereka mengenai cita-cita di masa depan.

“Sehingga mereka bisa tahu prosesnya membuatnya dan mengenali budaya punya imajinasi dan mimpi untuk mewujudkan cita citanya seperti apa yang dia inginkan,” tuturnya.

Bowo menambahkan, metode pembelajaran melalui wayang lebih mudah diterima anak usia TK dan PAUD karena mengandalkan media visual yang mampu meninggalkan kesan lebih kuat.

Melalui pendekatan tersebut, pesan moral, kecintaan terhadap budaya, serta pembentukan karakter diharapkan dapat tertanam sejak usia dini.

“Seusia anak-anak TK dan Paud mereka lebih senang visual mudah dicerna ada memori melekat pada mereka seperti apa yang disampaikan Bapak Kapolres Kediri Kota,” ungkap Kapolsek Kediri Kota.