
Tandaglobal.news | Pasuruan — Sebuah kisah pengalaman pribadi mengenai rumah dinas di lingkungan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan kembali menjadi perhatian setelah dibagikan melalui media sosial pada Rabu (22/07/2026).
Cerita tersebut disampaikan oleh mantan Direktur P3GI yang mengenang peristiwa saat menerima seorang karyawati pindahan pada 2013.
Dalam kisah itu, sang mantan direktur menceritakan kedatangan Ir. Wahyu Setyorini atau Rini, seorang peneliti yang dipindahkan dari Kebun Percobaan (KP) Solo ke P3GI Pasuruan.
Karena tiba lebih dahulu sebelum keluarganya menyusul, Rini kemudian menempati rumah dinas di Jalan Pahlawan Nomor 47 yang telah disiapkan oleh institusi.
Menurut penuturan narasumber, rumah dinas tersebut sebelumnya pernah ia tempati ketika masih bertugas di P3GI.
Secara fisik, bangunan tersebut dinilai masih layak huni dan memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
Namun, rumah itu juga telah lama memiliki cerita yang berkembang di antara para penghuni mengenai kemunculan sosok-sosok misterius di sekitar pekarangan.
“Rumahnya baik-baik saja. Yang sering menjadi pembicaraan justru cerita-cerita yang berkembang dari penghuni sebelumnya,” tutur narasumber dalam kisah yang dibagikan.
Cerita yang beredar menyebutkan bahwa beberapa penghuni sebelumnya pernah mengaku melihat sosok perempuan di bawah pohon nangka yang berada di samping rumah.
Selain itu, terdapat pula cerita mengenai sosok pria lanjut usia yang disebut kerap terlihat duduk di lokasi yang sama pada malam-malam tertentu.
Sehari setelah menempati rumah tersebut, Rini disebut menemui pimpinan untuk menyampaikan kesan pertamanya mengenai tempat tinggal barunya.
Namun, jawaban yang disampaikan justru membuat sang direktur terkejut.
“Rumahnya enak, Pak. Dapat rumah plus bonus gondoruwo,” ujar Rini sebagaimana diceritakan dalam pengalaman tersebut.
Mendengar pernyataan itu, sang direktur kemudian menawarkan kemungkinan untuk memindahkan Rini ke rumah dinas lain apabila merasa tidak nyaman.
Namun, berdasarkan cerita yang dibagikan, Rini menolak tawaran tersebut dan memilih tetap tinggal di rumah dinas Nomor 47.
“Oh tidak perlu, Pak. Saya cuma ingin menyampaikan informasi saja,” kata Rini dalam kisah tersebut.
Beberapa hari kemudian, sang direktur kembali menanyakan kondisi Rini selama menempati rumah tersebut.
Jawaban yang diberikan Rini membuat percakapan berubah menjadi lebih santai.
“Aman, Pak. Kami sudah mulai berteman,” ujar Rini sambil tersenyum, sebagaimana diceritakan oleh narasumber.
Bagi penulis cerita, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan unik selama menjalankan tugas di P3GI Pasuruan.
Terlepas dari benar atau tidaknya cerita mengenai rumah dinas tersebut, kisah itu menggambarkan pengalaman berbeda setiap orang ketika menghadapi cerita yang telah lama berkembang di lingkungan tempat tinggal.
Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan adaptasi dari naskah yang sumbernya tercantum pada metadata artikel dan telah dipublikasikan kembali dengan izin penulis.




















Tinggalkan Balasan