Tandaglobal.news | Kediri – Festival Anak Sholeh (FAS) 2026 yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kediri bersama PKK Pokja 1 tidak hanya menjadi ajang pengembangan bakat generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Kota Kediri, Selasa (21/7/2026), juga dimanfaatkan sebagai wadah promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Sekitar 30 pelaku UMKM dilibatkan secara bergantian selama penyelenggaraan festival. Pada setiap hari kegiatan, belasan pelaku usaha mengisi lapak yang telah disediakan panitia untuk menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner, minuman, hingga berbagai hasil olahan lokal kepada peserta maupun pengunjung.
Perwakilan Bagian Kesra Kabupaten Kediri, Ardian, mengatakan keterlibatan UMKM merupakan bentuk sinergi antara penyelenggara dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, setiap kegiatan yang diselenggarakan PKK Pokja 1 selalu memberikan ruang bagi UMKM untuk ikut berpartisipasi sekaligus memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
“UMKM sudah menjadi mitra Pokja 1. Setiap ada kegiatan, kami selalu menginformasikan kepada mereka agar bisa ikut berpartisipasi dan memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana promosi,” ujar Ardian.
Ia menjelaskan, minat pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan cukup tinggi. Namun, karena jumlah lapak yang tersedia terbatas, panitia menerapkan sistem bergantian agar kesempatan berjualan dapat dirasakan lebih banyak pelaku usaha.
Dengan sistem tersebut, sebagian UMKM membuka lapak pada hari pertama, sementara pelaku usaha lainnya mendapat giliran pada hari berikutnya. Skema tersebut dinilai lebih efektif untuk memberikan kesempatan yang merata kepada seluruh peserta UMKM.
Ardian menegaskan seluruh proses pendaftaran hingga penyediaan lapak dilakukan tanpa dipungut biaya. Kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam membantu promosi produk lokal sekaligus memberikan stimulus bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Kediri.
“Pendaftaran UMKM tidak dipungut biaya. Kami ingin memberikan wadah promosi sekaligus stimulus agar UMKM lokal semakin berkembang dan produknya dikenal lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Melalui keterlibatan UMKM dalam Festival Anak Sholeh 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan bakat dan karakter generasi muda, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan promosi serta peluang penjualan bagi pelaku usaha lokal.




















Tinggalkan Balasan