Tandaglobal.news | Kediri – SMAN 1 Puncu tetap optimistis mengikuti Festival Anak Sholeh (FAS) 2026 meski hanya memiliki waktu persiapan yang singkat. Sekolah mengandalkan kemampuan yang telah dimiliki para peserta agar mampu tampil maksimal dalam ajang yang digelar di Pendopo Kota Kediri, Senin (21/7/2026).

Pada kompetisi tersebut, SMAN 1 Puncu mengirimkan dua siswi kelas XI sebagai wakil sekolah. Verlinda Lintang Aujora mengikuti cabang lomba menyanyi, sedangkan Tiara Novelina berkompetisi pada cabang baca UUD 1945.

Pembina ekstrakurikuler SMAN 1 Puncu, Andhika Permana, menjelaskan waktu latihan yang dimiliki peserta cukup terbatas.

Informasi mengenai perlombaan baru diterima menjelang berakhirnya masa libur sekolah, sementara setelah kegiatan belajar dimulai para siswa langsung mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Persiapannya memang sangat terbatas. Latihan efektif hanya bisa dilakukan satu sampai dua kali,” kata Andhika.

Meski demikian, Andhika menilai kedua peserta telah memiliki bekal kemampuan yang cukup baik.

Menurutnya, tantangan terbesar justru dihadapi peserta cabang menyanyi yang harus menyesuaikan karakter vokalnya dari genre pop ke lagu religi sesuai ketentuan perlombaan.

Ia menjelaskan, peserta tersebut juga aktif sebagai sinden dalam ekstrakurikuler karawitan.

Karena itu, diperlukan penyesuaian teknik vokal dan cengkok agar penampilannya selaras dengan karakter lagu religi yang dilombakan.

Andhika mengatakan SMAN 1 Puncu pernah meraih prestasi pada Festival Anak Sholeh dua tahun lalu.

Namun pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, sekolah belum berhasil membawa pulang gelar juara.

“Kami berharap bisa kembali meraih prestasi. Namun yang terpenting, para peserta dapat tampil maksimal dan percaya diri,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam Festival Anak Sholeh 2026, SMAN 1 Puncu berharap para siswa memperoleh pengalaman berharga sekaligus meningkatkan kemampuan mereka.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.