Tandaglobal.news | Kediri – Penggunaan alat pengolahan tanah yang tidak disesuaikan dengan kondisi lahan berpotensi menyebabkan tanah menjadi padat atau bantat sehingga kemampuan menyerap air berkurang. Karena itu, petani diimbau memilih alat pengolahan tanah sesuai karakteristik lahan agar struktur tanah tetap terjaga dan produktivitas pertanian dapat dipertahankan.
Agus, seorang petani di Dusun Dampit, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa traktor rotari berukuran besar sangat cocok digunakan pada lahan sawah dengan kondisi tanah basah.
Alat tersebut mampu menggemburkan sekaligus meratakan permukaan tanah sehingga memudahkan proses penanaman.
Namun, menurut Agus, penggunaan traktor rotari berukuran besar pada sebagian lahan kering perlu disesuaikan dengan kondisi tanah.
Apabila digunakan secara kurang tepat, lapisan tanah di bawah permukaan dapat menjadi lebih padat atau bantat sehingga kemampuan tanah dalam menyerap air berkurang.
“Kalau lahan kering jangan memakai rotari besar karena tanah bagian bawah bisa menjadi bantat,” kata Agus saat ditemui di Dusun Dampit, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Sabtu (18/7/2026).
Dalam ilmu pertanian, kondisi tersebut dikenal sebagai pemadatan tanah (soil compaction), yaitu berkurangnya ruang pori di dalam tanah akibat tekanan berlebih.
Kondisi ini dapat menghambat masuknya air dan udara ke dalam tanah serta memengaruhi perkembangan akar tanaman apabila terjadi secara terus-menerus.
Agus menambahkan, gejala tanah yang memadat biasanya terlihat pada jalur yang sering dilalui kendaraan pengangkut pupuk maupun hasil panen. Tanah di area tersebut menjadi lebih keras sehingga pertumbuhan tanaman cenderung kurang optimal dibandingkan lahan yang tidak terlindas.
Selain itu, Agus menjelaskan bahwa setiap alat pengolahan tanah memiliki fungsi yang berbeda.
Luku sapi (Bajak Sapi) masih efektif digunakan untuk membuat kalen atau saluran air serta melakukan pembumbunan tanah (ngipuk) dengan lebih cepat.
“Luku sapi cocok untuk membuat kalen dan pembumbunan, sedangkan rotari berfungsi menggemburkan tanah,” ujarnya.
Agus berharap para petani tidak hanya mempertimbangkan kecepatan dalam mengolah lahan, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap kondisi tanah dalam jangka panjang.
Menurutnya, penggunaan alat yang tepat sesuai karakteristik lahan dapat membantu menjaga struktur tanah, meningkatkan daya serap air, dan mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.




















Tinggalkan Balasan