Untuk memantau perkembangan karhutla, lebih dari 10 personel gabungan telah diterjunkan ke kawasan hutan.

Petugas melakukan pemantauan sekaligus mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.

Namun, upaya menjangkau titik utama api menghadapi kendala serius.

Akses menuju lokasi berupa medan terjal dan curam sehingga tidak memungkinkan kendaraan maupun petugas langsung mencapai titik kebakaran.

Jika dilakukan dengan berjalan kaki, perjalanan menuju lokasi titik api membutuhkan waktu sekitar empat jam dengan membawa perbekalan dan perlengkapan yang memadai.

Kondisi tersebut membuat personel harus bertahan di kawasan hutan hingga dua malam untuk melakukan pemantauan dan mengantisipasi penyebaran api.

“Kendalanya akses cukup sulit dan terjal. Untuk menuju titik api membutuhkan waktu sekitar empat jam dengan berjalan kaki. Personel juga harus membawa perbekalan lengkap dan memahami jalur karena kondisi medan cukup berat,” ungkap Arianto.

Pemantauan dari udara juga telah diupayakan menggunakan drone.

Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat drone tidak dapat menjangkau lokasi secara optimal.

Selain itu, keterbatasan daya baterai menjadi kendala dalam pemantauan dari udara.

BPBD Kabupaten Kediri bersama Perhutani dan unsur terkait lainnya hingga kini masih melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di kawasan Gunung Wilis.

Petugas juga mengantisipasi agar titik api yang masih tersisa tidak kembali membesar dan merembet ke kawasan lain, terutama mengingat kondisi medan yang menyulitkan proses penanganan secara langsung.

Terkait dugaan penyebab kebakaran, api sementara diduga berasal dari aktivitas manusia.

Salah satu kemungkinan yang disampaikan petugas adalah aktivitas berburu yang menggunakan api untuk membakar serasah maupun aktivitas mencari sarang lebah madu menggunakan oncor.

Setelah aktivitas tersebut selesai, api diduga tidak sepenuhnya dipadamkan sehingga membakar serasah hutan dan kemudian merambat ke kawasan lainnya.

Meski demikian, penanganan saat ini difokuskan pada pemantauan dan pengendalian titik api agar tidak meluas.

Kondisi di lapangan terus diperbarui oleh tim gabungan seiring perkembangan situasi di kawasan hutan Gunung Wilis.