KEDIRI, Tandaglobal.news Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Wilis wilayah Kabupaten Kediri masih menjadi perhatian petugas gabungan. Sejumlah titik api telah mengecil, namun pemantauan tetap dilakukan karena medan yang terjal dan sulit dijangkau membuat proses penanganan tidak mudah.

Kebakaran tersebut diketahui bermula dari kawasan hutan RPH Bajulan, BKPH Pace, Kabupaten Nganjuk.

Api kemudian merembet ke wilayah RPH Parang, BKPH Kediri, KPH Kediri, tepatnya di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada 31 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Arianto, mengatakan kondisi di sejumlah titik saat ini terus dipantau bersama tim terkait.

Salah satu titik di Petak 109 RPH Parang dengan luasan petak sekitar enam hektare dilaporkan telah padam pada Minggu malam.

“Petak 109 sudah padam. Namun, untuk titik lainnya masih dilakukan pemantauan bersama tim terkait karena jaraknya cukup jauh, terjal, curam dan terdapat jurang sehingga sulit dijangkau,” ujar Arianto, Senin (7/9/2026).

Sementara itu, titik api di Petak 144 RPH Kanyoran dengan luasan petak sekitar lima hektare masih menjadi perhatian.

Berdasarkan pemantauan terakhir, sebagian area masih terbakar, meski terdapat titik api yang mulai mengecil.

Petugas memperkirakan api dapat dipadamkan sebelum mencapai kawasan Gunung Gansang.

Kondisi vegetasi di sekitar lokasi tersebut masih relatif hijau.

Selain itu, terdapat aliran sungai yang diharapkan dapat menjadi penghalang alami sehingga pergerakan api tidak semakin meluas.

“Harapannya api bisa terputus karena di sekitar lokasi terdapat aliran sungai dan vegetasinya masih hijau. Lokasinya juga cukup jauh dari permukiman,” jelasnya.