



Fenomena ini menjadi semakin relevan dengan kondisi Kalimantan saat ini.
Pemerintah pada 20 Agustus 2026 memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menyusul peningkatan hotspot serta laporan kabut asap dan terbatasnya jarak pandang.
Data SIPONGI yang dikutip Kementerian Kehutanan mencatat pada 19 Agustus pukul 07.00 WIB terdapat 259 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 242 titik di Kalimantan Tengah dan 17 titik di Kalimantan Selatan. Totalnya mencapai 518 titik.
Kementerian Kehutanan juga melaporkan adanya kondisi berasap di sejumlah wilayah, termasuk Banjarmasin, Banjarbaru, Palangka Raya dan Pontianak.
Pada 19 Agustus, jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak sempat sekitar 1,2 kilometer, sedangkan di Palangka Raya sekitar 3 kilometer. Di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, jarak pandang bahkan tercatat sekitar 400 meter pada pukul 07.00 WITA.
Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat menjadi bukti bahwa warna merah pada Matahari dalam foto-foto warga secara langsung disebabkan oleh karhutla.
Warna Matahari juga dipengaruhi oleh posisi Matahari, panjang lintasan cahaya melalui atmosfer, kelembapan, debu, aerosol serta kondisi atmosfer lainnya.
Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa jumlah hotspot tidak secara otomatis menunjukkan jumlah kejadian kebakaran maupun tingkat kepekatan asap di suatu lokasi.
Penyebaran asap dipengaruhi lokasi kebakaran, arah dan kecepatan angin, kelembapan serta kondisi atmosfer.
Dengan demikian, fenomena Matahari berwarna merah yang ramai dibagikan pengguna Threads merupakan fenomena visual yang secara ilmiah memungkinkan terjadi akibat kondisi atmosfer.
Di tengah meningkatnya aktivitas karhutla dan keberadaan aerosol di sejumlah wilayah Kalimantan, asap dan partikulat atmosfer menjadi salah satu faktor yang patut diperhitungkan, meski hubungan langsung dengan masing-masing foto masih memerlukan verifikasi berdasarkan lokasi dan waktu pengambilan gambar.




















Tinggalkan Balasan