Pelaksanaan Upacara HUT RI Ke-81 di Stadion Canda Bhirawa, Pare, Kediri. (Dok. TGN/Wildan Wahid Hasyim)

Tri Yudho menyebut tantangan tahun ini salah satunya adalah perubahan posisi tiang bendera yang berada di tengah lapangan.

Karena itu, kemampuan individu setiap anggota akan menjadi salah satu fokus evaluasi untuk meningkatkan performa Paskibraka ke depan.

Sebelum bertugas, para anggota Paskibraka menjalani proses pembinaan dan karantina selama 11 hari.

Tahapan tersebut diawali dengan pra-karantina pada Sabtu sebelum seluruh anggota menjalani karantina hingga hari pelaksanaan upacara.

“Kalau di karantina 11 hari. Sebelumnya ada pra-karantina, kemudian langsung kumpul di sini, karantina 11 hari sampai hari ini,” jelasnya.

Setelah seluruh rangkaian tugas selesai, para anggota Paskibraka Kabupaten Kediri 2026 dijadwalkan dilepas dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing pada Selasa pagi.

Selain evaluasi teknis, pembinaan mental juga menjadi perhatian utama.

Tri Yudho mengingatkan calon Paskibraka 2027 agar mempersiapkan fisik sekaligus mental sejak awal.

“Siapkan fisik sama mental. Fisik yang baik belum tentu bisa mengikuti kegiatan dengan baik kalau mentalnya belum terbina,” ujarnya.

Ia menilai ketahanan mental penting karena selama proses pembinaan, para siswa harus mampu beradaptasi dengan latihan, kedisiplinan, serta harus berpisah sementara dengan keluarga.

Sementara itu, Yuli Marwantoko berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Kediri yang mengirimkan perwakilannya dalam seleksi Paskibraka.

Ia menargetkan keterwakilan sekolah, baik negeri maupun swasta, agar pembinaan Paskibraka dapat sekaligus menjadi ruang motivasi bagi pelajar lainnya.