
Dukungan terhadap keberadaan yayasan juga disampaikan Kepala Desa Tiru Lor, Kaserin.
Ia menilai kegiatan sosial yang digelar Yayasan Bina Anugerah Sejati sangat membantu masyarakat dan layak dikembangkan.
Menurut Kaserin, keberadaan panti juga telah dirasakan manfaatnya oleh desa-desa lain.
Sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Gurah, kata dia, kerap berkoordinasi terkait penanganan ODGJ yang membutuhkan tempat perawatan.
“Artinya sangat membantu. Kepala desa dari wilayah lain sering menghubungi saya kaitannya dengan ODGJ di sini,” katanya.
Kaserin menambahkan, keberadaan panti tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan jiwa di masyarakat.
Ia mencontohkan Desa Tiru Lor sebelumnya memiliki kegiatan Posyandu Jiwa yang berjalan rutin selama lebih dari lima tahun.
Namun, keterbatasan anggaran desa pada 2026 membuat kegiatan Posyandu Jiwa untuk sementara tidak dapat dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, ia berharap kapasitas Panti Syifa’ul Qolby dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menampung lebih banyak pasien ODGJ yang membutuhkan penanganan.
“Harapan saya panti ini bisa diperbesar, kapasitasnya ditingkatkan. Karena panti-panti lain juga banyak yang over kapasitas,” ujarnya.
Sementara itu, Choirul Huda berharap momentum milad pertama dapat menjadi titik awal bagi yayasan untuk semakin eksis dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam membantu penanganan persoalan gangguan jiwa di Kabupaten Kediri.
Ia menyebut perkembangan pasien yang selama ini dirawat di Panti Syifa’ul Qolby menunjukkan hasil yang positif.
“Harapan kami dengan adanya Panti ODGJ Syifa’ul Qolby ini, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri, bisa membantu mengatasi masalah gangguan jiwa. Alhamdulillah, anak-anak yang sudah kami rawat di sini perkembangannya sangat luar biasa,” pungkasnya.




















Tinggalkan Balasan