Nanang menyebut keberadaan yayasan tersebut berawal dari keprihatinannya melihat banyak orang terlantar di jalanan.

“Awal mula kita sering melihat orang terlantar di jalan-jalan. Kasihan. Hanya itu awal mula,” ungkapnya.

Saat ini, yayasan memiliki tiga gedung dengan kapasitas maksimal sekitar 500 pasien.

Namun, jumlah pasien yang sedang menjalani perawatan berada di kisaran 61 hingga 62 orang.

Nanang berharap keberadaan yayasan ke depan semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan lebih luas.

Ia juga berharap adanya dukungan dan keterlibatan pemerintah dalam penanganan ODGJ.

“Sampai saat ini belum ada bantuan, belum ada campur tangan pemerintah. Kami berharap ada campur tangan pemerintah,” tuturnya.