KEDIRI, Tandaglobal.news Memperingati milad pertama, Yayasan Bina Anugerah Sejati melalui Panti Syifa’ul Qolby di Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, menggelar bakti sosial bagi masyarakat, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut diisi dengan khitan massal, terapi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta hiburan.

Seluruh layanan dibuka untuk masyarakat umum tanpa memandang asal wilayah maupun latar belakang.

Pendiri Yayasan Bina Anugerah Sejati, Nanang Sukamto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen yayasan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperingati satu tahun berdirinya yayasan.

“Intinya kami mau membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Nanang.

Sementara itu, Pembina Panti Syifa’ul Qolby, Choirul Huda, menyebut peserta khitan massal dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 27 anak.

Selain khitan, yayasan juga menyediakan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan maupun khitan.

“Tujuannya kami bisa membantu, pada intinya bersama teman-teman yayasan agar bisa bermanfaat untuk umat,” katanya.

Tak hanya menggelar kegiatan sosial, Panti Syifa’ul Qolby selama ini juga menjadi tempat perawatan dan pendampingan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Nanang menyebut keberadaan yayasan tersebut berawal dari keprihatinannya melihat banyak orang terlantar di jalanan.

“Awal mula kita sering melihat orang terlantar di jalan-jalan. Kasihan. Hanya itu awal mula,” ungkapnya.

Saat ini, yayasan memiliki tiga gedung dengan kapasitas maksimal sekitar 500 pasien.

Namun, jumlah pasien yang sedang menjalani perawatan berada di kisaran 61 hingga 62 orang.

Nanang berharap keberadaan yayasan ke depan semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan lebih luas.

Ia juga berharap adanya dukungan dan keterlibatan pemerintah dalam penanganan ODGJ.

“Sampai saat ini belum ada bantuan, belum ada campur tangan pemerintah. Kami berharap ada campur tangan pemerintah,” tuturnya.

Dukungan terhadap keberadaan yayasan juga disampaikan Kepala Desa Tiru Lor, Kaserin.

Ia menilai kegiatan sosial yang digelar Yayasan Bina Anugerah Sejati sangat membantu masyarakat dan layak dikembangkan.

Menurut Kaserin, keberadaan panti juga telah dirasakan manfaatnya oleh desa-desa lain.

Sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Gurah, kata dia, kerap berkoordinasi terkait penanganan ODGJ yang membutuhkan tempat perawatan.

“Artinya sangat membantu. Kepala desa dari wilayah lain sering menghubungi saya kaitannya dengan ODGJ di sini,” katanya.

Kaserin menambahkan, keberadaan panti tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan jiwa di masyarakat.

Ia mencontohkan Desa Tiru Lor sebelumnya memiliki kegiatan Posyandu Jiwa yang berjalan rutin selama lebih dari lima tahun.

Namun, keterbatasan anggaran desa pada 2026 membuat kegiatan Posyandu Jiwa untuk sementara tidak dapat dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, ia berharap kapasitas Panti Syifa’ul Qolby dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menampung lebih banyak pasien ODGJ yang membutuhkan penanganan.

“Harapan saya panti ini bisa diperbesar, kapasitasnya ditingkatkan. Karena panti-panti lain juga banyak yang over kapasitas,” ujarnya.

Sementara itu, Choirul Huda berharap momentum milad pertama dapat menjadi titik awal bagi yayasan untuk semakin eksis dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam membantu penanganan persoalan gangguan jiwa di Kabupaten Kediri.

Ia menyebut perkembangan pasien yang selama ini dirawat di Panti Syifa’ul Qolby menunjukkan hasil yang positif.

“Harapan kami dengan adanya Panti ODGJ Syifa’ul Qolby ini, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri, bisa membantu mengatasi masalah gangguan jiwa. Alhamdulillah, anak-anak yang sudah kami rawat di sini perkembangannya sangat luar biasa,” pungkasnya.