Situbondo, Tandaglobal.news — Di lereng timur Pegunungan Ijen dan Gunung Raung, berdiri Pabrik Kopi Kayumas, salah satu pusat pengolahan kopi arabika tertua di Indonesia yang hingga kini masih beroperasi. Berlokasi di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, pabrik milik PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) ini menjadi saksi perjalanan panjang industri kopi sejak masa kolonial Belanda hingga era modern.
Pabrik Kopi Kayumas tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengolah hasil panen, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya Java Coffee, nama yang pernah mengharumkan kopi Indonesia di pasar dunia.
Pengembangan Perkebunan Kayumas dimulai sekitar tahun 1886 ketika pemerintah Hindia Belanda memperluas areal perkebunan kopi di wilayah Karesidenan Besuki. Kondisi tanah vulkanik yang subur, udara pegunungan yang sejuk, curah hujan tinggi, serta ketinggian sekitar 1.300–1.600 meter di atas permukaan laut dinilai sangat ideal untuk menghasilkan kopi arabika berkualitas.
Seiring bertambahnya luas perkebunan, dibangun Pabrik Kopi Kayumas sebagai pusat pengolahan hasil panen. Bangunannya mengusung arsitektur Indische dengan dinding tebal, ventilasi tinggi, atap besar, serta ruang produksi yang luas. Di kawasan yang sama juga dibangun bak fermentasi, saluran pencucian, lantai penjemuran, gudang penyimpanan, rumah administratur, hingga perumahan karyawan yang membentuk sebuah komunitas perkebunan mandiri.
Sejak awal berdiri, pabrik ini menerapkan metode washed process atau olah basah. Buah kopi merah diproses melalui tahapan pengupasan kulit, fermentasi, pencucian, pengeringan, pengupasan kulit tanduk, sortasi, grading, hingga pengemasan. Ketersediaan air pegunungan yang melimpah menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas proses tersebut.
Memasuki awal abad ke-20, produksi kopi Kayumas menjadi salah satu penopang ekspor kopi Jawa menuju Belanda, Jerman, Prancis, Italia, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Pada masa itu, nama Java Coffee telah dikenal luas sebagai simbol kopi berkualitas tinggi dari Pulau Jawa.
Kopi Kayumas memiliki karakter rasa yang khas dengan aroma bunga putih, citrus, madu, dan karamel, dipadukan tingkat keasaman yang bersih serta body sedang. Karakter inilah yang membuat Java Coffee Kayumas tetap memiliki tempat di pasar kopi premium hingga sekarang.
Masa pendudukan Jepang pada 1942–1945 sempat menurunkan produksi akibat keterbatasan tenaga kerja, rusaknya sarana transportasi, serta terhambatnya jalur ekspor. Namun, kawasan perkebunan tetap dipertahankan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Perubahan besar terjadi setelah nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda pada 1957–1958. Perkebunan Kayumas kemudian dikelola Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) sebelum akhirnya bergabung ke dalam PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) pada 1996.
Di bawah pengelolaan PTPN XII, berbagai modernisasi dilakukan tanpa menghilangkan nilai sejarah kawasan. Mesin pengolahan diperbarui, sistem pengendalian mutu ditingkatkan, sementara bangunan kolonial dan tata ruang emplasemen tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan perkebunan.
Kini, Kebun Kayumas memiliki areal sekitar 838 hektare yang didominasi tanaman kopi arabika. Produk Java Coffee Kayumas dipasarkan sebagai kopi specialty Indonesia dan telah menembus pasar Amerika Serikat, Eropa, hingga Timur Tengah, berdampingan dengan kopi unggulan PTPN lainnya seperti Jampit, Blawan, dan Pancoer.
Selain menjadi pusat produksi, kawasan Kayumas juga berkembang sebagai destinasi agrowisata dan heritage. Rumah administratur bergaya kolonial, gudang tua, jalur perkebunan, serta panorama pegunungan menjadi daya tarik bagi peneliti, mahasiswa, fotografer, hingga wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah industri kopi Indonesia.
Lebih dari satu abad sejak pertama kali dikembangkan, Pabrik Kopi Kayumas tetap mempertahankan tradisi pengolahan kopi arabika yang menjadi identitasnya. Dari lereng Pegunungan Ijen, aroma Java Coffee Kayumas terus membawa nama Situbondo sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia.




















Tinggalkan Balasan