
Tandaglobalnews KEDIRI – Hamparan tanaman uwi ungu di lahan binaan Polsek Wates, Polres Kediri, menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Berkat pendampingan dan pemantauan rutin yang dilakukan setiap hari, tanaman pangan alternatif tersebut tumbuh subur dan diproyeksikan mampu menjadi salah satu komoditas pendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kediri.
Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto mengatakan, jajarannya terus melakukan pengawasan terhadap budidaya uwi ungu guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga masa panen tiba.
“Setiap hari anggota kami melakukan pengecekan kondisi tanaman, mulai dari pertumbuhan batang, daun hingga kondisi lahan. Alhamdulillah, perkembangan tanaman uwi ungu saat ini sangat baik dan menunjukkan hasil yang positif,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut AKP Agus, budidaya uwi ungu merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemilihan uwi ungu bukan tanpa alasan. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, komoditas lokal ini dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Uwi ungu juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti tepung hingga beras analog, sehingga berpotensi meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Di sisi lain, pengembangan uwi ungu juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan berbasis gandum impor. Dengan memanfaatkan sumber pangan lokal, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan konsumsi yang sehat sekaligus mendukung kemandirian pangan daerah.
“Melalui pemanfaatan lahan produktif, kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Tanaman uwi ungu diketahui kaya akan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, tanaman ini relatif mudah dibudidayakan dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lahan, sehingga dinilai cocok dikembangkan sebagai pangan alternatif di wilayah Kabupaten Kediri.
Program budidaya tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Gugus Tugas Polri Pelaksana Ketahanan Pangan, Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA-I), Pondok Jati Diri Bangsa, Pemerintah Kabupaten Kediri, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wates, hingga kelompok tani setempat.
Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, AKP Agus berharap budidaya uwi ungu dapat menjadi percontohan pengembangan komoditas pangan alternatif di Kabupaten Kediri sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami akan terus mendampingi dan memantau perkembangan tanaman hingga masa panen. Harapannya, program ini dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim