
(Foto: Dok.TGN/Maulana Rahmadha)
TandaGlobalNews | Kediri — Masyarakat Desa Blimbing, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, kembali menggelar tradisi Bersih Desa pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan warga sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur.
Tradisi Bersih Desa di Desa Blimbing dilaksanakan setiap bulan Besar dalam penanggalan Jawa. Waktu pelaksanaannya bersifat kondisional, namun umumnya dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.
Kepala Desa Blimbing, Agus Waluyo, mengatakan bahwa antusiasme warga terhadap kegiatan tersebut tetap tinggi dari tahun ke tahun. Bahkan sejak pagi hari, lokasi acara sudah mulai dipadati warga yang datang membawa berbagai makanan dan hasil bumi untuk mengikuti rangkaian tradisi.
“Kegiatan Bersih Desa ini sudah menjadi tradisi dan agenda wajib setiap tahun. Kami melihat antusiasme warga sangat tinggi, bahkan lokasi acara sudah terlihat ramai sejak persiapan dimulai,” ujar Agus Waluyo.
Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi berebut nasi dan hasil bumi yang telah disiapkan oleh warga. Momen tersebut menjadi bagian yang paling ditunggu karena menghadirkan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh elemen masyarakat turut ambil bagian. Sebagian warga mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai, sementara sebagian lainnya berpartisipasi dengan mengantarkan makanan atau asan sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Peran pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna juga terlihat cukup dominan. Mereka membantu mengatur dan menata berbagai makanan, tumpeng, serta hasil bumi yang dibawa warga agar acara berlangsung tertib dan lancar.
Adapun penyediaan hasil bumi dan tumpeng atau pelangan berasal dari swadaya masyarakat serta sumbangan pribadi warga. Pemerintah desa juga turut memberikan dukungan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut.
Menurut Agus Waluyo, tradisi Bersih Desa tidak hanya menjadi kegiatan budaya semata, tetapi juga sarana untuk memanjatkan doa dan harapan bagi seluruh masyarakat Desa Blimbing.
“Melalui tradisi Bersih Desa ini, kami berharap Desa Blimbing senantiasa diberikan ketenteraman dan kedamaian, rezeki warga dilimpahkan, lingkungan desa tetap aman dan selamat, serta terhindar dari segala macam bencana dan bahaya. Tidak lupa, kami juga berdoa agar segala harapan dan cita-cita warga yang belum terwujud di tahun ini dapat dikabulkan dan tercapai di tahun mendatang,” pungkasnya.
Melalui tradisi yang terus dijaga kelestariannya ini, warga Desa Blimbing tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan budaya, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, rasa persatuan, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Jurnalis: Roni Ardiansyah
Editor: Aditya Efendi