
(Foto: Dok.TGN/Roni Ardiansyah)
TandaGlobalNews | Kediri — Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat Desa Tiru Lor Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Kamis (11/6/2026). Bantuan berupa beras dan minyak goreng tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga selama dua bulan sekaligus, yakni alokasi bulan Februari dan Maret.
Setiap penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras yang dikemas dalam dua karung serta 4 liter minyak goreng dalam dua kemasan. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari bantuan bulanan, yaitu 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang dirapel menjadi satu kali penyaluran.
Kegiatan distribusi berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa hingga Kamis, sejak pukul 08.00 WIB sampai selesai. Penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah dusun guna menjaga ketertiban dan kelancaran proses pembagian.
Pada hari pertama, bantuan diberikan kepada warga Dusun Bolowono dan Bolorejo. Hari kedua diperuntukkan bagi warga Dusun Ringinrejo, sedangkan hari ketiga melayani masyarakat Dusun Sentul Timur dan Sentul Barat.

Dalam pelaksanaannya, proses penyaluran melibatkan perangkat desa, tenaga IT desa, serta sejumlah relawan yang bertugas melakukan verifikasi data penerima. Berbeda dengan metode sebelumnya, pembagian bantuan kali ini telah menggunakan sistem aplikasi digital yang dilengkapi fitur pengambilan foto penerima secara langsung.
Sistem tersebut dirancang untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang berhak. Apabila data yang dimasukkan tidak sesuai dengan identitas penerima yang tercatat dalam sistem, proses penyaluran tidak dapat dilanjutkan.
Sekretaris Desa yang tidak berkenan disebutkan namanya menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat di Desa Tiru Lor mencapai lebih dari 1.000 orang.
“Penyaluran kali ini melibatkan ribuan warga, sehingga kami bagi per dusun agar tidak terjadi penumpukan dan proses berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan sistem digital yang lebih ketat membuat petugas tidak dapat mengalihkan bantuan kepada pihak lain apabila ditemukan ketidaksesuaian data penerima.
Selain itu, pemerintah desa berharap ke depan dilakukan pemutakhiran data penerima bantuan agar program yang disalurkan semakin tepat sasaran. Pasalnya, masih terdapat sejumlah warga yang dinilai layak menerima bantuan namun belum tercatat dalam sistem.
“Perbaikan data menjadi hal penting agar bantuan dapat dinikmati oleh seluruh warga yang benar-benar membutuhkan tanpa ada yang terlewatkan,” tambah Sekretaris Desa yang tidak berkenan disebutkan namanya.
Dengan penerapan sistem digital dan verifikasi yang lebih ketat, penyaluran bantuan pangan diharapkan berjalan transparan, tepat sasaran, serta mampu membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.
Jurnalis: Maulana Rahmadha
Fotografi: Roni Ardiansyah
Editor: Aditya Efendi