Menurutnya, rendahnya jumlah peserta didik dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan masyarakat.

Selain itu, lokasi sekolah yang berada tidak jauh dari beberapa sekolah dasar lainnya membuat calon siswa memiliki lebih banyak pilihan dan cenderung memilih sekolah yang dianggap lebih unggul.

Kondisi tersebut juga diperberat dengan keterbatasan tenaga pendidik. Dari empat guru yang saat ini bertugas, dua di antaranya akan memasuki masa purnatugas dalam waktu dekat sehingga sekolah diperkirakan akan menghadapi kekurangan guru.

Guru kelas II dan III SDN Gadungan 2, Tria Tin, mengaku prihatin melihat jumlah siswa yang terus menyusut dari tahun ke tahun.

Ia mengingat saat pertama kali mengajar pada 2016, sekolah masih memiliki sekitar 150 siswa. Kini, jumlah tersebut tinggal 31 siswa.

“Melihat sekolah yang dulu ramai kini semakin sepi tentu membuat kami prihatin,” tutur Tria Tin.

Meski jumlah peserta didik terus menurun, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara optimal. Seluruh siswa tetap memperoleh layanan pendidikan sebagaimana mestinya.

Hal itu juga tercermin dari seluruh lulusan kelas VI tahun ini yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah negeri.

Nur Edy berharap pemerintah dapat memberikan perhatian melalui evaluasi serta pembinaan agar SDN Gadungan 2 kembali memperoleh kepercayaan masyarakat. Ia optimistis, dukungan dari berbagai pihak dan inovasi dalam proses pembelajaran dapat menjadi langkah untuk mengembalikan minat warga menyekolahkan anaknya di SDN Gadungan 2.