Tandaglobal.news | Kediri — SDN Gadungan 2 di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menghadapi kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk pertama kalinya sejak sekolah berdiri, tidak ada satu pun peserta didik baru yang mendaftar sehingga sekolah tidak memiliki siswa kelas I.

Akibat kondisi tersebut, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya.

Sebagai gantinya, sekolah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Kelas (MPLK) yang diikuti siswa kelas II hingga kelas VI pada Kamis (16/7/2026).

Saat ini, jumlah siswa SDN Gadungan 2 hanya mencapai 31 orang yang tersebar di kelas II sampai kelas VI.

Jumlah tersebut terus menurun dalam beberapa tahun terakhir hingga akhirnya tidak ada pendaftar baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SDN Gadungan 2, Nur Edy, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik minat masyarakat agar menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Upaya itu dilakukan melalui pendekatan kepada para orang tua, masyarakat sekitar, hingga menjalin koordinasi dengan penilik dan pengawas taman kanak-kanak. Namun, langkah tersebut belum mampu meningkatkan jumlah pendaftar.

“Berbagai cara sudah kami lakukan, tetapi minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sini masih sangat rendah,” ujar Nur Edy.

Menurutnya, rendahnya jumlah peserta didik dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan masyarakat.

Selain itu, lokasi sekolah yang berada tidak jauh dari beberapa sekolah dasar lainnya membuat calon siswa memiliki lebih banyak pilihan dan cenderung memilih sekolah yang dianggap lebih unggul.

Kondisi tersebut juga diperberat dengan keterbatasan tenaga pendidik. Dari empat guru yang saat ini bertugas, dua di antaranya akan memasuki masa purnatugas dalam waktu dekat sehingga sekolah diperkirakan akan menghadapi kekurangan guru.

Guru kelas II dan III SDN Gadungan 2, Tria Tin, mengaku prihatin melihat jumlah siswa yang terus menyusut dari tahun ke tahun.

Ia mengingat saat pertama kali mengajar pada 2016, sekolah masih memiliki sekitar 150 siswa. Kini, jumlah tersebut tinggal 31 siswa.

“Melihat sekolah yang dulu ramai kini semakin sepi tentu membuat kami prihatin,” tutur Tria Tin.

Meski jumlah peserta didik terus menurun, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara optimal. Seluruh siswa tetap memperoleh layanan pendidikan sebagaimana mestinya.

Hal itu juga tercermin dari seluruh lulusan kelas VI tahun ini yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah negeri.

Nur Edy berharap pemerintah dapat memberikan perhatian melalui evaluasi serta pembinaan agar SDN Gadungan 2 kembali memperoleh kepercayaan masyarakat. Ia optimistis, dukungan dari berbagai pihak dan inovasi dalam proses pembelajaran dapat menjadi langkah untuk mengembalikan minat warga menyekolahkan anaknya di SDN Gadungan 2.