
dok. mistukurina owstoni museum victoria
Tandaglobalnews – Salah satu penghuni laut terdalam yang paling misterius akhirnya berhasil direkam langsung di habitat alaminya. Hiu goblin (Mitsukurina owstoni), spesies hiu langka yang selama ini lebih banyak dikenal dari tangkapan nelayan dan penelitian laboratorium, terekam hidup di kedalaman lebih dari 1.000 meter di bawah permukaan Samudra Pasifik Tengah.
Penemuan ini menjadi tonggak penting bagi dunia ilmu pengetahuan karena untuk pertama kalinya para ilmuwan dapat mengamati hiu goblin secara langsung di lingkungan tempat spesies tersebut hidup dan berkembang.
Selama lebih dari satu abad sejak pertama kali ditemukan pada 1898 di perairan Jepang, hiu goblin dikenal sebagai salah satu predator laut dalam yang paling sulit dipelajari. Habitatnya yang berada jauh di bawah permukaan laut membuat interaksi manusia dengan spesies ini sangat terbatas.
Hiu goblin memiliki ciri fisik yang unik dibandingkan hiu pada umumnya. Moncongnya panjang dan pipih, sementara rahangnya dapat melesat keluar dari wajahnya saat menangkap mangsa. Penampilan yang tidak biasa tersebut merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan laut dalam yang gelap, dingin, dan bertekanan tinggi.
Keunikan lain dari hiu goblin adalah kemampuan berburu yang luar biasa. Spesies ini memiliki salah satu rahang tercepat di antara seluruh jenis hiu. Saat mendeteksi mangsa, rahangnya dapat meluncur ke depan seperti ketapel hingga hampir 10 persen dari panjang tubuhnya.
Dengan kecepatan sekitar 3,1 meter per detik, rahang tersebut memungkinkan hiu goblin menangkap ikan atau hewan laut lainnya yang berada di luar jangkauan normal. Kemampuan ini menjadi senjata utama karena hiu goblin bukan termasuk perenang cepat.
Sebelumnya, sebagian besar pengetahuan ilmuwan mengenai mekanisme berburu hiu goblin diperoleh dari individu yang tertangkap dan diamati dalam akuarium. Namun metode tersebut dianggap belum mampu menggambarkan perilaku alami spesies tersebut di habitat aslinya.
Pengamatan terbaru dilakukan melalui ekspedisi laut dalam yang memanfaatkan kendaraan bawah laut tanpa awak atau Remotely Operated Vehicle (ROV). Rekaman pertama diperoleh pada tahun 2019 saat ekspedisi E/V Nautilus menjelajahi kawasan sekitar Pulau Jarvis di Pasifik Tengah.
Dalam ekspedisi tersebut, ROV Hercules berhasil merekam seekor hiu goblin jantan yang berenang pada kedalaman sekitar 1.237 meter. Individu tersebut diperkirakan memiliki panjang tubuh mencapai 3,43 meter dan hidup secara soliter.
Berdasarkan analisis pertumbuhan, para peneliti memperkirakan usia hiu tersebut mencapai sekitar 51 tahun. Temuan ini memberikan informasi baru mengenai umur dan pola hidup spesies yang selama ini jarang terlihat.
Sementara itu, pengamatan kedua dilakukan pada tahun 2024 di kawasan lereng Palung Tonga. Temuan ini memperluas pemahaman ilmuwan mengenai jangkauan habitat hiu goblin karena menunjukkan bahwa spesies tersebut mampu hidup jauh lebih dalam dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Penelitian tersebut mencatat keberadaan hiu goblin pada kedalaman yang memperluas rekor habitat spesies ini hingga sekitar 697 meter lebih dalam dibandingkan catatan terdahulu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hiu goblin mungkin memiliki persebaran yang lebih luas di lautan dalam dunia.
Para peneliti menilai keberhasilan merekam hiu goblin di habitat aslinya merupakan langkah penting dalam mengungkap berbagai misteri kehidupan laut dalam. Selain membantu memahami perilaku spesies tersebut, temuan ini juga memberikan gambaran baru mengenai ekosistem laut terdalam yang hingga kini masih menyimpan banyak rahasia bagi dunia sains.
Dengan teknologi eksplorasi bawah laut yang semakin maju, para ilmuwan berharap lebih banyak spesies langka dan misterius dapat diamati secara langsung, sehingga pemahaman manusia terhadap kehidupan di kedalaman samudra terus berkembang.
Jurnalis : Novita sari