
Tandaglobalnews KEDIRI – Suasana halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri tampak ramai pada Rabu (1/7/2026). Ratusan jamaah haji dan anggota keluarga silih berganti datang untuk mengambil koper yang telah tiba dari Arab Saudi usai pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Proses pengembalian koper dilakukan setelah seluruh jamaah dari Kloter 109, 110, dan 111 tiba kembali di Kabupaten Kediri. Petugas menata koper sesuai kloter dan rombongan untuk memudahkan proses distribusi kepada para pemiliknya.
Staf Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis, memastikan proses pengembalian koper berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
“Sejauh ini insyaallah belum ada kendala yang berarti. Tadi ada jamaah yang mencari koper atas nama Pak Imam Mustajab dan sudah ditemukan. Jadi saya lihat semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Menurut Mahfudzia Afindis, jumlah koper yang dikembalikan mencapai sekitar 1.207 koper jamaah. Jumlah tersebut sesuai dengan data koper yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara koper milik enam Petugas Haji Daerah (PHD) sebagian telah diambil lebih dahulu.
“Total sekitar 1.207 koper jamaah. Itu sesuai dengan jumlah koper yang berangkat. Untuk beberapa koper petugas haji memang sudah dibawa pulang lebih dulu,” jelasnya.
Di antara ribuan koper tersebut, terdapat pula koper milik seorang jamaah asal Kabupaten Kediri yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji. Mahfudzia Afindis mengatakan koper tersebut tetap dipulangkan dan saat ini berada di lokasi pengambilan untuk selanjutnya dijemput keluarga.
“Koper jamaah yang meninggal tetap kami pulangkan. Kemarin sudah kami lakukan pencocokan data di Asrama Haji dan insyaallah lengkap sesuai dengan koper yang berangkat,” katanya.
Petugas menetapkan batas waktu pengambilan koper hingga pukul 16.00 WIB. Apabila masih terdapat koper yang belum diambil, penyimpanannya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan kemungkinan dipindahkan ke kantor Kementerian Haji untuk memudahkan pengelolaan.
Selain memastikan distribusi koper berjalan lancar, pihak penyelenggara juga memastikan tidak ada laporan terkait barang bawaan jamaah yang tertahan atau disita saat kepulangan dari Arab Saudi.
“Sejauh ini kami tidak menerima laporan adanya barang bawaan jamaah yang disita. Oleh-oleh yang dibawa jamaah juga aman. Memang ada beberapa barang yang tidak diperbolehkan seperti gunting, isi korek api cair, atau cairan yang melebihi batas ketentuan penerbangan, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan sebagian sudah dikembalikan,” terang Mahfudzia Afindis.
Salah satu jamaah asal Kecamatan Kras, Dwi Hartanto, mengaku proses pengambilan koper berlangsung tertib dan cepat. Menurutnya, petugas hanya melakukan verifikasi berdasarkan nomor kloter, rombongan, dan regu sebelum koper diserahkan kepada pemiliknya.
“Kita ambil koper besar. Alhamdulillah lancar. Tinggal menunjukkan data kloter dan rombongan, kemudian koper langsung dicari oleh petugas,” ujarnya.
Dwi juga mengaku seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Menurutnya, pemeriksaan barang bawaan saat kepulangan juga tidak menyulitkan jamaah.
“Alhamdulillah ibadahnya lancar sekali tanpa kendala. Untuk barang bawaan juga tidak ada masalah. Oleh-oleh bisa dibawa pulang, yang penting sesuai aturan penerbangan,” katanya.
Di tengah proses pemulangan koper, perhatian penyelenggara haji masih tertuju pada kondisi seorang jamaah asal Kabupaten Kediri bernama Norma yang hingga kini masih menjalani perawatan di Arab Saudi.
Mahfudzia Afindis menyebut informasi terakhir yang diterima pada 26 Juni 2026 menyatakan kondisi jamaah tersebut masih kritis.
“Informasi terakhir yang kami terima tanggal 26 Juni, kondisinya masih kritis. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru,” pungkasnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim