Pengambilan Air Berkah Umbul Jumprit, Langkah Awal Menuju Puncak Waisak 2570 BE di Borobudur

Tandaglobalnews TEMANGGUNG – Prosesi pengambilan Air Berkah dari sumber mata air Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi rangkaian sakral dan penting menjelang puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) tahun 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Ritual yang diikuti para bhikkhu dan umat Buddha dari berbagai majelis ini bukan hanya memiliki makna spiritual yang dalam, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya mengamalkan nilai kemanusiaan, kerendahan hati, dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah diambil, Air Berkah tersebut dibawa menuju Candi Mendut untuk disakralkan melalui pembacaan paritta suci. Selanjutnya, air ini akan digunakan dalam prosesi puncak Waisak bersama Api Dharma yang sebelumnya telah diambil dari Mrapen, Kabupaten Grobogan.

Bhiksu Samantha Kusala Mahasthavira, atau yang akrab disapa Suhu Pu Shan, menjelaskan bahwa Air Berkah merupakan sarana utama dalam puja bakti umat Buddha. Dalam ajaran Buddha, air memiliki makna simbolis sebagai lambang kejernihan, kesucian, dan kerendahan hati.

“Makna air adalah simbol kejernihan dan kesucian. Sebagai manusia, kita harus memiliki sifat mulia seperti air yang selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah,” ujar Suhu Pu Shan di Temanggung, Sabtu (30/5/2026).

Ia menambahkan, filosofi air mengajarkan manusia untuk menjauhi kesombongan, egoisme, dan sikap merendahkan orang lain. Sebaliknya, manusia dituntut menjadi pribadi yang menghadirkan kedamaian dan kesejukan bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, kedamaian dunia hanya akan terwujud jika setiap individu mengembangkan welas asih dan kepedulian tanpa memandang perbedaan.

“Jangan mengembangkan sifat sombong dan merendahkan orang lain. Kita harus menjadi manusia yang membawa kedamaian dan kesejukan bagi kehidupan bersama. Apabila kita memiliki hati yang bersih dan pikiran yang jernih, maka kehidupan akan menjadi damai,” tegasnya.

Nilai toleransi dan kerukunan juga menjadi penekanan dalam kegiatan ini. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Muhammad Soleh Mubin, mengajak seluruh umat beragama untuk memperkuat persaudaraan sebagai fondasi berbangsa. Menurutnya, keberagaman Indonesia menuntut kontribusi semua pemeluk agama untuk menjaga persatuan dan kedamaian, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Sementara itu, Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono, menilai prosesi ini sebagai pengingat bagi umat Buddha untuk mengaktualisasikan nilai kebajikan dalam tindakan nyata. Ia berharap momentum Waisak tahun ini dapat semakin memperkuat semangat persaudaraan, kedamaian, dan pengabdian kepada masyarakat luas.

Usai disakralkan di Candi Mendut, Air Berkah diserahkan kepada Bhikkhu Sangha, tokoh agama, panitia nasional, dan perwakilan Kementerian Agama, untuk kemudian dibawa ke kawasan Candi Borobudur. Perayaan Waisak 2570 BE tahun ini kembali mengusung pesan universal: cinta kasih, pengendalian diri, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama adalah kunci utama mewujudkan harmoni sosial dan perdamaian abadi.

Sumber: infopublik.id

administrator

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *