Dari Tarwiyah hingga Thaif, Jamaah Haji Asal Kediri Ini Nikmati Momen Penuh Hikmah di Tanah Suci

Muhammad Mahsun, jamaah haji asal Kabupaten Kediri, membagikan pengalaman dan hikmah yang diperoleh selama menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Dok Istimewa .

Tandaglobalnews KEDIRI – Rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah dilalui oleh ribuan jamaah haji Indonesia. Di tengah padatnya aktivitas dan jutaan umat Islam yang berkumpul di Tanah Suci, jamaah asal Kabupaten Kediri, Muhammad Mahsun, justru membawa pulang banyak cerita berkesan.

Ketua kelompok Kloter 109 ini mengaku seluruh proses ibadah yang dijalaninya berlangsung lancar. Mulai dari mengikuti program tarwiyah, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina dapat dilaksanakan tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Kesehatan jamaah juga baik. Kalaupun ada keluhan hanya batuk dan pilek ringan yang memang biasa terjadi karena kondisi cuaca dan aktivitas yang padat,” ujarnya saat dihubungi dari Makkah.

Mahsun yang juga Karom (Ketua Rombongan) 1 Kloter 109 asal KBIHU Babussalam Wates, memilih mengikuti tarwiyah, yakni rangkaian ibadah sunnah dengan bermalam lebih awal di Mina sebelum wukuf di Arafah. Pengalaman itu menurutnya menjadi salah satu momen paling berharga selama berhaji tahun ini. Selain dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, ia juga memperoleh banyak relasi baru dari berbagai daerah.

“Dengan kegiatan tarwiyah ini saya jadi mengenal banyak tokoh pembimbing haji, karom dari berbagai daerah, bahkan pengurus haji Indonesia yang ada di Saudi Arabia. Banyak hal menjadi lebih mudah karena komunikasi dan koordinasi berjalan baik,” katanya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan terjadi ketika ia bersama rombongannya hendak menitipkan barang bawaan di tenda yang akan ditempati setelah Armuzna. Berkat komunikasi yang baik dengan petugas lapangan dan pengelola maktab, Mahsun berhasil mengatur penitipan barang milik 34 jamaah yang tergabung dalam rombongannya.

Menurutnya, langkah itu sangat membantu jamaah karena saat kembali ke Mina mereka hanya perlu membawa tas kecil tanpa harus direpotkan dengan barang bawaan besar.

“Alhamdulillah semuanya aman. Ketika masuk tenda pada tanggal 10 Zulhijah, pakaian dan perlengkapan sudah tersedia di tempat,” ungkapnya.

Tak hanya fokus beribadah, Mahsun juga memanfaatkan waktu luang setelah puncak haji untuk mempererat silaturahmi dengan jamaah dari daerah lain. Bersama sejumlah jamaah, ia mengikuti perjalanan ke Museum Gua Hira yang diikuti sekitar 36 orang.

Beberapa hari kemudian, ia juga bergabung dengan jamaah Kloter 105 asal Trenggalek dalam perjalanan ke Thaif “Saya senang karena bisa bekerja sama dengan jamaah dari kloter lain. Walaupun berbeda daerah, semuanya terasa seperti satu keluarga,” tuturnya.

Meski aktif mengikuti berbagai kegiatan, Mahsun menegaskan seluruh aktivitas dilakukan secara resmi dan selalu berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas haji.

“Kami berada di negeri orang. Jadi harus mematuhi aturan pemerintah Saudi dan selalu melapor ketika bepergian. Jangan sampai menyulitkan petugas jika terjadi sesuatu,” tegasnya.

Di tengah berbagai cerita yang beredar mengenai pelaksanaan haji, Mahsun menilai penyelenggaraan haji tahun 2026 berjalan semakin baik. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti terkait konsumsi, transportasi maupun fasilitas selama berada di Makkah dan lokasi Armuzna.

“Saya melihat pelayanan sudah bagus dan berjalan lancar. Mudah-mudahan ke depan bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Saat ini jamaah Kloter 109 masih berada di Makkah sambil menunggu jadwal keberangkatan menuju Madinah. Berdasarkan jadwal sementara, mereka diperkirakan kembali ke Indonesia pada akhir Juni mendatang.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Mahsun menyampaikan pesan sederhana kepada masyarakat yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji.

“Kediri dan Makkah itu jauh. Kalau Allah sudah memberi kesempatan datang ke sini, manfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah,” pesannya.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *