Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan sosialisasi ini bertujuan mengenalkan layanan bus sekolah yang melayani antar jemput pelajar.

Menurutnya, pengenalan sejak awal penting dilakukan karena siswa usia SMP secara aturan belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri.

“Siswa yang baru bisa lebih mengenal dan memanfaatkan fasilitas bus sekolah,” ungkapnya.

Arief menambahkan, penggunaan bus sekolah juga memberikan berbagai dampak positif bagi pembentukan karakter siswa, seperti melatih disiplin, menumbuhkan kemandirian, serta menjadi sarana bersosialisasi dengan sesama pelajar.

Untuk mendukung layanan tersebut, Dinas Perhubungan Kota Kediri telah mengatur jadwal operasional bus sekolah. Armada berangkat dari Terminal Tamanan mulai pukul 05.45 WIB.

Adapun jadwal penjemputan siswa dilakukan setiap Senin hingga Kamis pukul 14.30 WIB, sedangkan pada Jumat pukul 13.30 WIB. Para siswa diimbau memahami jadwal tersebut agar dapat memanfaatkan layanan bus sekolah secara optimal dan tetap datang ke sekolah tepat waktu.

Arief menambahkan, sejak diluncurkan pada 2016, layanan bus sekolah di Kota Kediri terus berkembang. Pada awal pengoperasiannya tersedia tiga unit bus yang melayani tiga rute. Kini jumlah armada telah bertambah menjadi lima unit dengan tetap melayani tiga rute perjalanan.

“Sejak pertama kali diluncurkan pada Tahun 2016, layanan bus sekolah di Kota Kediri terus mengalami perkembangan yang signifikan. Awalnya hanya mengoperasikan 3 unit bus untuk 3 rute perjalanan, kini jumlah armada bertambah menjadi 5 unit dengan tetap melayani 3 rute,” tutupnya.