Pasar Pamenang Sepi, Pedagang Terdampak Belanja Online

Tatik, pedagang sandal, sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah di Pasar Pamenang, Pare, melayani pembeli di tengah menurunnya kunjungan akibat maraknya belanja online. (dok. Intan Nur Aini / Tandaglobalnews )

Tandaglobal.news | Kediri – Maraknya tren belanja secara daring memberikan dampak nyata bagi para pedagang pasar tradisional. Salah satunya dirasakan oleh Tatik , pedagang sandal, sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang mengaku jumlah pembeli terus menurun dibandingkan beberapa tahun lalu.

Tatik mengatakan dirinya telah menekuni usaha berjualan di Pasar Pamenang sejak sekitar tahun 2010. Selama bertahun-tahun, ia menggantungkan penghasilan dari penjualan berbagai kebutuhan alas kaki dan perlengkapan sekolah kepada masyarakat yang datang langsung ke pasar.

Beragam produk dijual di kios miliknya, mulai dari sandal, sepatu, tas hingga kaos kaki. Memasuki musim tahun ajaran baru, barang yang paling banyak dicari pembeli adalah sepatu sekolah merek ATT dan tas merek Alto yang menjadi kebutuhan utama para pelajar.

Namun, menurut Tatik, kondisi pasar saat ini tidak lagi seramai dulu. Ia menilai perkembangan toko online menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pengunjung yang datang berbelanja ke pasar tradisional.

“Sejak ada belanja online semakin sepi. Suasananya sudah berbeda, tidak seramai dulu,” ungkap Tatik saat ditemui di kiosnya di Pasar Pamenang, Pare, Sabtu (27/6/2026).

Penurunan jumlah pengunjung tersebut turut berdampak pada omzet penjualan. Dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, Tatik mengaku hasil penjualannya mengalami penurunan sehingga para pedagang harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan usahanya.

Meski menghadapi persaingan dengan toko online, Tatik memilih tetap bertahan dengan memberikan pelayanan secara langsung serta berusaha menyediakan produk yang berkualitas bagi pelanggan. Menurutnya, menjaga kualitas barang menjadi salah satu cara agar pembeli tetap percaya dan kembali berbelanja di kiosnya.

Di sisi lain, Tatik mengaku hingga kini belum memanfaatkan media sosial maupun platform digital untuk berjualan. Ia lebih nyaman melayani pembeli secara langsung di pasar karena sudah terbiasa dengan cara tersebut selama bertahun-tahun.

Baca Juga  Kecelakaan Beruntun di Kota Kediri, Polisi Naikkan Status Penyelidikan ke Penyidikan

Tatik berharap kondisi perdagangan di Pasar Pamenang dapat kembali ramai sehingga roda perekonomian para pedagang tradisional terus berjalan. Ia berharap masyarakat tetap meluangkan waktu untuk berbelanja di pasar tradisional sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha kecil yang masih menggantungkan penghasilan dari penjualan secara langsung.

Jurnalis : Intan Nur Aini

administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *