
Tandaglobal.news | Jakarta Tim Taekwondo Indonesia kembali menorehkan hasil positif di pentas internasional setelah meraih dua medali dalam ajang WT President’s Cup Oceania 2026 dan Australia Open yang digelar di Gold Coast Sports and Leisure Centre, Carrara, Queensland, Australia. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan taekwondo nasional di tengah persaingan yang semakin kompetitif di level dunia.
Kejuaraan yang berlangsung pada 18–19 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam kalender World Taekwondo. Ribuan pasang mata tertuju ke arena pertandingan, tempat para atlet dari berbagai negara berjuang memperebutkan poin ranking dunia sekaligus menjaga peluang menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
WT President’s Cup Oceania 2026 berstatus Grade 3 (G3), level yang memiliki bobot poin ranking dunia lebih tinggi dibanding sejumlah turnamen regional lainnya, termasuk Australia Open yang berstatus Grade 2 (G2). Dengan status tersebut, setiap kemenangan di ajang ini memiliki arti besar, bukan sekadar soal medali, tetapi juga menyangkut posisi dalam ranking dunia dan peluang tampil di turnamen elite.
Sebanyak 621 atlet turun di nomor Kyorugi atau tarung. Mereka berasal dari berbagai negara anggota World Taekwondo, menjadikan persaingan berlangsung ketat sejak babak awal. Selain Kyorugi, kejuaraan ini juga mempertandingkan nomor Para Kyorugi, Poomsae, dan Para Poomsae.
Indonesia datang dengan skuad terbatas, yakni tiga atlet Kyorugi dan satu atlet Poomsae. Pada nomor Kyorugi putra, Merah Putih menurunkan Mhd Raihan Fadhilah di kelas -80 kilogram, Khavka Zhaviv di kelas -63 kilogram, serta Aziz Hidayat Tumakaka di kelas -54 kilogram. Sementara di nomor Poomsae, Indonesia diwakili M. Rizal untuk nomor individual putra.
Meski dengan jumlah atlet yang tidak besar, Indonesia tetap mampu menunjukkan daya saing. Hasil terbaik datang dari Aziz Hidayat Tumakaka di kelas -54 kilogram. Aziz tampil impresif saat menghadapi wakil Jepang, Ohara Keishin, pada babak perempatfinal.
Aziz membuka pertandingan dengan kemenangan meyakinkan di ronde pertama lewat skor 20-12. Dominasi berlanjut di ronde kedua setelah ia menang telak 16-0. Hasil itu mengantarkannya ke semifinal sekaligus memastikan medali perunggu untuk Indonesia.
Di babak semifinal, Aziz berhadapan dengan wakil Amerika Serikat, Gun Youngsuk Ethan. Pertandingan berlangsung ketat dan penuh tensi. Aziz memberikan perlawanan sengit, namun harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah tipis 8-9 pada ronde pertama dan 12-16 pada ronde kedua.
Sementara itu, Khavka Zhaviv juga menunjukkan performa yang menjanjikan di kelas -63 kilogram. Ia membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas atlet tuan rumah Australia, Marthin Jack, di babak 32 besar. Khavka menang dua ronde langsung dengan skor 19-7 dan 27-9.
Namun, langkah Khavka harus terhenti di babak 16 besar setelah menghadapi wakil Chinese Taipei, Huang Cho Cheng. Meski telah berjuang keras, Khavka harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 0-8 dan 5-7.
Raihan dua medali dari Australia menjadi catatan penting bagi Taekwondo Indonesia. Hasil ini menunjukkan bahwa atlet-atlet nasional tetap memiliki daya saing untuk bersaing di level internasional, bahkan dalam turnamen dengan kualitas peserta yang sangat kompetitif.
Lebih dari sekadar perolehan medali, pencapaian ini juga menjadi indikator positif terhadap proses pembinaan atlet yang terus berjalan. Konsistensi tampil di turnamen internasional menjadi elemen penting dalam membangun mental bertanding, meningkatkan pengalaman, serta memperkuat kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih besar di masa mendatang.
Prestasi di Gold Coast menjadi bukti bahwa Taekwondo Indonesia memiliki fondasi yang terus berkembang. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan kompetisi internasional, peluang lahirnya atlet-atlet elite baru dari Indonesia tetap terbuka lebar.
Jurnalis : Intan Nuraini