
di Jakarta, Senin (8/6/2026). (Tangkapan Layar YouTube TVR Parlemen)
Tandaglobalnews | Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah akan memperkuat pelayanan kesehatan dan tata kelola program internship dokter setelah empat dokter magang meninggal sepanjang 2026.
Dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Senin, Menkes mengungkapkan hasil audit medis menunjukkan sebagian besar kasus terjadi karena pelayanan kesehatan yang kurang memadai saat dokter peserta magang mengalami sakit.
“Kesehatan dan nyawa itu nomor satu, itu prioritas bagi kita,” tegas Budi Gunadi Sadikin.
Pelayanan Kesehatan Diperketat
Kementerian Kesehatan akan memperketat prosedur penanganan dokter magang yang sakit. Dokter pembimbing diwajibkan segera mengidentifikasi kondisi peserta magang dan memastikan mereka mendapat perawatan yang cepat dan tepat tanpa khawatir terhadap kelulusan.
Selain itu, sistem rujukan juga akan diperbaiki agar penanganan medis dapat dilakukan secara lebih optimal.
Temuan Beban Kerja Berlebihan
Menkes mengungkapkan, dari hasil audit terdapat satu kasus yang menunjukkan dokter magang mengalami beban kerja berlebihan, tidak mendapatkan cuti, serta dipaksa menjalankan tugas di luar tanggung jawabnya.
Karena itu, pemerintah akan melakukan evaluasi tata kelola program internship agar kejadian serupa tidak terulang.
Kanal Aduan dan Skrining Kesehatan
Kemenkes juga akan membuka kanal pengaduan yang lebih cepat dan efektif, sehingga laporan dari peserta magang dapat segera ditindaklanjuti.
Selain itu, pemerintah akan menerapkan skrining kesehatan bagi dokter magang, seperti yang telah diberikan kepada peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Bantuan Biaya Hidup Ditinjau Ulang
Tak hanya aspek kesehatan dan beban kerja, Kementerian Kesehatan juga akan meninjau kembali bantuan biaya hidup bagi peserta program internship guna meningkatkan kesejahteraan para dokter muda.
Menkes menegaskan setiap dokter magang yang sakit harus mendapatkan penanganan secara cepat, tepat, dan sesuai standar, karena keselamatan peserta menjadi prioritas utama pemerintah.
Menkes Budi Fokus Tingkatkan Perlindungan Dokter Magang Usai Empat Kasus Kematian
Tandaglobalnews | Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah akan memperkuat pelayanan kesehatan dan tata kelola program internship dokter setelah empat dokter magang meninggal sepanjang 2026.
Dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Senin, Menkes mengungkapkan hasil audit medis menunjukkan sebagian besar kasus terjadi karena pelayanan kesehatan yang kurang memadai saat dokter peserta magang mengalami sakit.
“Kesehatan dan nyawa itu nomor satu, itu prioritas bagi kita,” tegas Budi Gunadi Sadikin.
Pelayanan Kesehatan Diperketat
Kementerian Kesehatan akan memperketat prosedur penanganan dokter magang yang sakit. Dokter pembimbing diwajibkan segera mengidentifikasi kondisi peserta magang dan memastikan mereka mendapat perawatan yang cepat dan tepat tanpa khawatir terhadap kelulusan.
Selain itu, sistem rujukan juga akan diperbaiki agar penanganan medis dapat dilakukan secara lebih optimal.
Temuan Beban Kerja Berlebihan
Menkes mengungkapkan, dari hasil audit terdapat satu kasus yang menunjukkan dokter magang mengalami beban kerja berlebihan, tidak mendapatkan cuti, serta dipaksa menjalankan tugas di luar tanggung jawabnya.
Karena itu, pemerintah akan melakukan evaluasi tata kelola program internship agar kejadian serupa tidak terulang.
Kanal Aduan dan Skrining Kesehatan
Kemenkes juga akan membuka kanal pengaduan yang lebih cepat dan efektif, sehingga laporan dari peserta magang dapat segera ditindaklanjuti.
Selain itu, pemerintah akan menerapkan skrining kesehatan bagi dokter magang, seperti yang telah diberikan kepada peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Bantuan Biaya Hidup Ditinjau Ulang
Tak hanya aspek kesehatan dan beban kerja, Kementerian Kesehatan juga akan meninjau kembali bantuan biaya hidup bagi peserta program internship guna meningkatkan kesejahteraan para dokter muda.
Menkes menegaskan setiap dokter magang yang sakit harus mendapatkan penanganan secara cepat, tepat, dan sesuai standar, karena keselamatan peserta menjadi prioritas utama pemerintah.
Sumber : cnnindonesia.com