Kediri, TandaGlobalNews – Suporter Persik Kediri, Persikmania dilarang hadir langsung ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, saat Persik Kediri menghadapi Arema FC pada lanjutan kompetisi Super League 2026/2027, Jumat (18/9/2026).

Tidak diizinkan suporter Persik Mania datang ke Markas Arema FC dalam laga bertajuk Derby Jatim itu dikarenakan faktor keamanan sekaligus untuk mengantisipasi risiko terjadinya kericuhan dan keadaan yang tidak diinginkan.

Larangan tersebut menjadi perhatian Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres. Menurutnya, keputusan itu tentu menjadi hal yang disayangkan, terlebih pertandingan Persik kontra Arema FC merupakan salah satu laga yang memiliki rivalitas tinggi.

Marcos memahami keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan keamanan. Ia juga mengakui terdapat sejumlah kejadian di masa lalu yang menjadi dasar perlunya pembatasan suporter dalam laga tertentu.

“Tentu saja menyedihkan bahwa fans Anda tidak dapat melakukan perjalanan ke lapangan lawan, terlebih lagi dalam derby,” katanya usai memimpin latihan di Stadion Brawijaya Rabu (16/9/2026).

Meski demikian, pelatih asal Spanyol tersebut menghormati keputusan yang dibuat demi menjaga keselamatan selama pertandingan.

“Pada saat yang sama saya tahu bahwa di sini ada beberapa hal berbahaya yang terjadi di masa lalu dan saya memahami bahwa mereka melakukannya demi keselamatan,” jelasnya.

Ia menilai sepak bola idealnya dapat dinikmati dengan kehadiran suporter kedua tim di stadion. Atmosfer stadion yang penuh dengan dukungan kedua kubu, menurutnya, akan memberikan pengalaman berbeda bukan hanya bagi pemain, tetapi juga bagi kompetisi secara keseluruhan.

“Akan sangat menyenangkan, tidak hanya untuk kami dalam hal ini, tapi juga untuk liga, untuk bisa memiliki stadion yang penuh dengan fans dari semua orang dan tidak ada apa-apa yang terjadi,” tuturnya.

Namun, Marcos menyadari bahwa aspek keamanan tetap menjadi pertimbangan utama. Ia menyebut pihak kepolisian maupun operator kompetisi memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan ketika situasi dinilai berpotensi menimbulkan risiko.
“Seperti yang terjadi sebelumnya, saya paham bahwa polisi atau liga kadang-kadang tidak membenarkan. Ini bukan situasi yang bagus, tapi kita harus menerima, tidak ada yang lain,” pungkas Marcos.

Editor: Rizky Rusdiyanto