Kemenkes Bantah Isu Penggelembungan Anggaran Hemodialisis di RSUD Krui

Ilustrasi Ruang perawatan rumah sakit modern dengan berbagai peralatan medis canggih yang mendukung peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat. (AI)

Tandaglobalnews JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan penggelembungan anggaran pengadaan layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa angka sekitar Rp30 miliar yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut bukanlah anggaran khusus untuk layanan hemodialisis.

Menurut Aji, nilai tersebut merupakan dukungan pengadaan alat kesehatan canggih yang diberikan kepada masing-masing dari 66 rumah sakit daerah yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win melalui program SIHREN (Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network).

“Masing-masing RSUD akan mendapatkan dukungan alkes canggih senilai lebih dari Rp30 miliar dari program SIHREN. Alat tersebut termasuk cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan lain-lain. RSUD Krui sendiri mendapatkan bantuan sekitar Rp31,7 miliar tahun ini untuk pengadaan alat canggih tersebut. Angka ini bukan hanya untuk layanan HD,” ujar Aji dalam keterangannya, Kamis (19/6).

Ia berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak benar dan menyesatkan, termasuk tuduhan yang menyebut adanya penggelembungan harga dalam pengadaan alat kesehatan di rumah sakit tersebut.

Selain bantuan alat kesehatan canggih, Kemenkes juga mengalokasikan bantuan alat kesehatan dasar bagi RSUD Krui dengan nilai sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.

Bantuan tersebut mencakup berbagai peralatan medis penting, seperti tempat tidur pasien, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, alat USG, hingga ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi.

Tak hanya itu, rumah sakit juga akan memperoleh bed ICU set, instrumen bedah umum, instrumen operasi sesar, mobile X-Ray, lampu operasi, meja operasi, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai peralatan penunjang layanan kegawatdaruratan dan ruang operasi.

Baca Juga  Kemenkes Prihatin Pemalangan RSUP Jayapura

Dengan demikian, total dukungan alat kesehatan yang diterima RSUD KH Muhammad Thohir Krui mencapai sekitar Rp56,7 miliar.

Kemenkes berharap penguatan fasilitas kesehatan di RSUD Krui dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat. Kehadiran berbagai alat kesehatan modern tersebut diharapkan mampu memperluas layanan medis sehingga masyarakat tidak lagi harus banyak dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *