IHSG Menguat pada Perdagangan Hari Ini, Pelaku Pasar Berburu Saham Diskon

IHSG dibuka menguat ke level 5.846 dan sempat bergerak naik ke kisaran 5.857 pada awal perdagangan. Kenaikan tersebut terjadi setelah indeks pada perdagangan.
(dok. tandaglobal.news)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (5/6/2026) di zona hijau setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya. Penguatan ini memunculkan harapan bahwa pasar saham domestik mulai memasuki fase pemulihan jangka pendek setelah koreksi yang cukup dalam dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat ke level 5.846 dan sempat bergerak naik ke kisaran 5.857 pada awal perdagangan. Kenaikan tersebut terjadi setelah indeks pada perdagangan Kamis (4/6/2026) ditutup melemah 1,71 persen ke level 5.839,79.

Pada awal sesi perdagangan, aktivitas transaksi terpantau cukup ramai. Volume perdagangan mencapai sekitar 1,97 miliar saham dengan nilai transaksi mendekati Rp2 triliun. Sentimen pembelian mulai terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya mengalami tekanan jual signifikan.

Analis menilai penguatan yang terjadi saat ini lebih banyak didorong oleh aksi technical rebound, yakni kondisi ketika investor memanfaatkan penurunan harga saham untuk melakukan akumulasi beli setelah koreksi tajam. Sebelumnya, tekanan terhadap IHSG dipicu oleh aksi jual investor asing yang masih cukup besar di pasar domestik.

Pada perdagangan sebelumnya, investor asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) sekitar Rp1,43 triliun. Saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, serta sejumlah saham unggulan lainnya menjadi sasaran utama aksi pelepasan oleh investor asing.

Meski demikian, sejumlah rumah sekuritas memperkirakan peluang penguatan masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area support penting. BNI Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi mengalami rebound dengan rentang support di area 5.600–5.700 dan resistance menuju 5.900–5.930.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas menilai tekanan jual mulai mereda. Selama indeks mampu bertahan di atas area 5.600-an, peluang menuju level 6.000 hingga 6.200 masih terbuka dalam jangka pendek. Namun, risiko pelemahan lanjutan tetap perlu diwaspadai apabila level support tersebut kembali ditembus.

Pergerakan IHSG saat ini juga masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arus modal asing ke pasar negara berkembang. Pelemahan rupiah yang sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kehati-hatian investor.

Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi domestik dan global yang dapat menjadi katalis baru bagi pergerakan indeks. Jika sentimen positif terus berlanjut dan tekanan jual asing berkurang, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Namun volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi sehingga investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham.

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *