Ekonomi Indonesia Menguat, Pendapatan Negara Tumbuh 19,1 Persen hingga Mei 2026

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juni 2026 yang memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
(Dok. Kementerian Keuangan/Irfan Bayu P.)

Tandaglobal.news | JAKARTA – Kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif di tengah meredanya tekanan ekonomi global. Pemerintah menilai berbagai indikator ekonomi domestik mengindikasikan penguatan aktivitas ekonomi dan terjaganya daya beli masyarakat sepanjang awal tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juni 2026 yang memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026.

Menurut Menkeu, sejumlah indikator global menunjukkan tingkat volatilitas yang mulai menurun. Di sisi lain, aktivitas ekonomi dalam negeri terus mengalami perbaikan. Salah satu sinyal positif terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang kembali masuk ke zona ekspansi pada Mei 2026.

Penguatan ekonomi juga tercermin dari meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat. Berbagai indikator seperti indeks belanja masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, hingga konsumsi semen menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

“Ini menunjukkan domestic demand yang kuat dan juga menggambarkan daya beli masyarakat yang masih kuat,” jelas Menkeu.

Selain didorong oleh permintaan domestik, kinerja sektor eksternal juga tetap terjaga. Indonesia kembali mencatat surplus neraca perdagangan yang berlangsung selama 72 bulan berturut-turut. Arus modal asing pada triwulan II 2026 juga kembali mencatatkan inflow, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Sementara itu, inflasi hingga Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan (year-on-year), masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah bersama Bank Indonesia.

Dari sisi fiskal, APBN hingga akhir Mei 2026 mencatatkan kinerja yang solid. Pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 22,1 persen serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang meningkat 19,9 persen.

Berita Terkait  Menkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Melesat Usai Tumbuh 5,61 Persen

“Yang paling menarik adalah pendapatan pajak naik 22,1 persen. Jadi ada perbaikan yang signifikan di pajak dibandingkan dengan kondisi tahun lalu,” ujar Menkeu.

Di sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau meningkat 34,4 persen secara tahunan. Pemerintah mengarahkan belanja tersebut untuk mendukung berbagai program prioritas, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendorong percepatan aktivitas ekonomi nasional.

Menkeu menjelaskan bahwa percepatan belanja negara dilakukan agar manfaat APBN dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun dan memberikan dorongan yang lebih kuat terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN hingga akhir Mei 2026 tercatat sebesar 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih jauh di bawah batas yang ditetapkan dalam undang-undang. Di saat yang sama, keseimbangan primer kembali mencatatkan surplus sebesar Rp58,6 triliun.

“Surplus keseimbangan primer sekarang Rp58,6 triliun, sudah positif lagi. Artinya anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ungkap Menkeu Purbaya.

Pemerintah menilai capaian tersebut mencerminkan kondisi fiskal yang semakin sehat dan berkelanjutan. APBN juga akan terus dioptimalkan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional.

“Ke depan, pemerintah akan terus menjaga APBN tetap sehat, prudent, adaptif, dan kredibel guna memperkuat stabilitas, menjaga momentum pertumbuhan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Menkeu Purbaya.

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *