Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Perundungan

TandaGlobalNews JAKARTA, 11 Juni 2026 – Seorang anak berkebutuhan khusus berinisial MWP (6) diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan yang dilakukan oleh dua remaja di kawasan Taman Kramat Pulo, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/6/2026).

Perundungan terhadap bocah berkebutuhan khusus terekam CCTV di Jakarta Pusat. (Dok. x @inspladusseng).

Menurut keterangan keluarga, peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang bermain bersama teman-temannya di area taman. Korban kemudian diduga dihampiri oleh dua remaja berinisial R dan L.

Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga korban, kedua remaja tersebut diduga membawa korban ke dekat sebuah tiang lampu penerangan taman. Dalam kejadian itu, korban diduga mengalami sengatan listrik yang menyebabkan tubuhnya kejang dan tidak sadarkan diri.

Teman-teman korban yang berada di lokasi disebut sempat panik ketika melihat kondisi korban yang terbaring kaku. Korban kemudian mendapatkan pertolongan dan dibawa untuk menjalani perawatan medis.

Tante korban, Kesya, mengatakan bahwa MWP sempat mengalami koma selama beberapa jam. Setelah sadar, korban disebut mengalami trauma dan ketakutan saat bertemu orang lain serta terus mengeluhkan rasa sakit.

“Kondisi korban setelah sadar berubah. Dia menjadi takut bertemu orang dan masih sering mengeluhkan sakit,” ujar Kesya.

Kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian. Pada Selasa (9/6/2026), Polres Metro Jakarta Pusat memfasilitasi mediasi yang mempertemukan kedua remaja yang diduga terlibat beserta keluarga mereka dengan keluarga korban.

Meski demikian, keluarga korban menyatakan belum puas dengan hasil mediasi dan memilih melanjutkan perkara tersebut melalui jalur hukum. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta kejadian serta memberikan keadilan bagi korban.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga kedua remaja terkait dugaan tersebut. Sementara itu, proses penanganan kasus masih berlangsung di bawah pengawasan aparat penegak hukum.

Sumber: x @inspladusseng

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *