Arab Saudi Kecam Serangan Rudal dan Drone Iran ke Kuwait

Tandaglobalnews RIYADH – Pemerintah Arab Saudi mengecam keras serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke wilayah Kuwait. Kecaman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin (1/6/2026), setelah sistem pertahanan udara Kuwait berhasil mencegat sejumlah proyektil yang mengarah ke wilayahnya.

Dalam pernyataannya, Riyadh menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang “berulang dan keji” serta menegaskan penolakan penuh terhadap segala bentuk agresi yang melanggar kedaulatan negara lain. Arab Saudi menilai serangan itu merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga menegaskan solidaritas penuh terhadap pemerintah dan rakyat Kuwait. Riyadh menyatakan dukungannya terhadap segala langkah yang diambil Kuwait untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan integritas wilayahnya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Teluk.

Menurut laporan militer Kuwait, sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat rudal dan drone yang masuk ke wilayah udaranya. Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang dalam beberapa hari terakhir saling melancarkan serangan militer di kawasan Teluk.

Washington menyatakan bahwa dua rudal Iran yang diduga menargetkan pasukan Amerika Serikat di Kuwait berhasil dihancurkan, sementara otoritas Kuwait memastikan tidak ada laporan korban jiwa akibat insiden tersebut.

Serangan ini memicu kecaman dari sejumlah negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), termasuk Arab Saudi, yang menilai tindakan tersebut mengancam stabilitas dan keamanan kawasan. Beberapa negara Teluk menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan negara serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Situasi di kawasan Timur Tengah kini masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memperluas konflik regional dan mengganggu keamanan jalur energi global, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

administrator

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *