
TandaGlobal.news | Kediri – Pedagang plastik di Pasar Banjaran mulai mengurangi pembelian stok dari distributor menyusul fluktuasi harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Meski saat ini harga sejumlah jenis plastik mulai berangsur turun, sebelumnya komoditas tersebut sempat mengalami kenaikan cukup tajam sehingga memengaruhi aktivitas perdagangan.
Salah satu pedagang plastik di Pasar Banjaran, Komsiyah, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sekitar dua bulan lalu. Kondisi tersebut membuat para pedagang lebih berhati-hati dalam mengatur persediaan barang agar tidak mengalami kerugian ketika harga kembali berubah.
“Ya, sekitar dua bulan lalu mulai naik,” ujar Komsiyah.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Wanisih. Menurutnya, harga plastik sempat melonjak cukup tinggi sebelum akhirnya mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
“Sekarang sudah agak turun. Kemarin itu naiknya minta ampun,” ungkap Wanisih.
Di antara berbagai jenis produk yang dijual, plastik jenis PP (Polypropylene) serta mika kantong, seperti jenis OK dan Mutiara, menjadi produk yang mengalami kenaikan harga paling signifikan dibandingkan jenis plastik lainnya.
Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat. Banyak pelanggan mengeluhkan mahalnya harga plastik sehingga memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit atau beralih ke jenis plastik yang lebih terjangkau.
“Katanya apa-apa mahal, plastik kok naik banget,” kata Wanisih menirukan keluhan para pelanggannya.
Fenomena kenaikan harga plastik juga sempat dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri. Sejumlah pelaku usaha makanan dan minuman mengaku biaya pembelian kantong plastik, gelas plastik, hingga berbagai jenis kemasan meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong sebagian pelaku usaha menyesuaikan biaya produksi maupun harga jual, sementara pedagang plastik memilih lebih berhati-hati dalam menyediakan stok.
Untuk mengantisipasi risiko kerugian akibat perubahan harga yang masih fluktuatif, para pedagang di Pasar Banjaran mengurangi jumlah pembelian dari distributor. Komsiyah mengaku kini hanya membeli sekitar setengah bal dari jumlah biasanya karena khawatir harga kembali turun saat stok masih tersimpan.
“(Biasanya beli per bal, ini malah cuma setengah bal). Soale wedi nek keturunan (Sebab takut kalau harganya tiba-tiba turun), malah rugi sendiri,” jelas Komsiyah.
Sementara itu, Wanisih memilih menyesuaikan jumlah pasokan dengan kondisi penjualan setiap hari. Ia hanya menambah stok ketika permintaan dari pembeli meningkat.
Meski jumlah stok yang disimpan berkurang, para pedagang memastikan pasokan dari distributor hingga kini tetap berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan barang di Pasar Banjaran. Mereka berharap harga plastik segera kembali stabil sehingga aktivitas perdagangan kembali bergairah dan daya beli masyarakat dapat berangsur pulih.

Jurnalis: Fitri Rahayu