Libur Sekolah Bikin Rental PlayStation Diserbu, Omzet Pemilik Naik Hingga Dua Kali Lipat

Tandaglobal.news | Kediri — Masa libur sekolah membawa berkah bagi pelaku usaha rental PlayStation di Kabupaten Kediri. Lonjakan pengunjung yang datang sejak pagi hari membuat omzet sejumlah tempat penyewaan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut dirasakan oleh Dika Pratama, pemilik rental PlayStation di Kebondalem, Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Sejak awal liburan sekolah, hampir seluruh konsol di tempat usahanya terisi oleh pelanggan. Rental milik Dika menyediakan empat unit PlayStation yang terdiri dari dua unit PS3 dan dua unit PS4. Untuk tarif sewa, pelanggan dikenakan biaya Rp5.000 per jam untuk PS3 dan Rp8.000 per jam untuk PS4.

Dika mengatakan, dibandingkan hari-hari sekolah, omzet usahanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pendapatan harian bahkan meningkat sekitar 50 hingga 100 persen karena tingginya minat anak-anak dan remaja menghabiskan waktu liburan dengan bermain game bersama teman.

“Kalau hari biasa biasanya ramai mulai sore, sekarang sejak jam delapan atau sembilan pagi sudah banyak yang datang. Kadang sampai harus antre karena semua PlayStation terpakai,” ujar Dika, Jumat (3/7/2026).

Lonjakan pengunjung tersebut juga terlihat dari tingginya minat pelanggan terhadap berbagai permainan yang tersedia. Menurut Dika, permainan sepak bola seperti eFootball dan EA Sports FC masih menjadi favorit. Selain itu, Grand Theft Auto (GTA) V, Naruto, dan sejumlah game petualangan multiplayer juga banyak dimainkan karena memberikan pengalaman bermain bersama secara langsung.

Fenomena ini menunjukkan bahwa rental PlayStation masih menjadi salah satu pilihan hiburan yang diminati selama liburan sekolah. Selain bermain game, tempat tersebut juga menjadi ruang berkumpul bagi anak-anak dan remaja untuk bersosialisasi secara langsung, berbeda dengan permainan melalui telepon genggam yang dilakukan secara daring.

Baca Juga  Ratusan Personel Gabungan Kawal Pengesahan Warga Baru PSHT di Sempu, Situasi Tetap Kondusif

Salah seorang pengunjung, Adam, mengaku lebih memilih bermain di rental PlayStation bersama teman-temannya daripada menghabiskan waktu di rumah.

“Di sini lebih seru, bisa main bareng teman-teman. Daripada di rumah bosan, sekalian mabar ramai-ramai,” kata Adam.

Meski demikian, Dika menyadari bahwa orang tua memiliki kekhawatiran terhadap anak-anak yang terlalu lama bermain game. Karena itu, ia menerapkan sejumlah aturan agar aktivitas bermain tetap terkendali.

“Kami tetap mengingatkan anak-anak supaya tidak bermain terlalu lama. Kalau sudah berjam-jam biasanya kami minta mereka istirahat dulu. Kami juga tidak membiarkan mereka bermain sampai larut malam,” jelasnya.

Di sisi lain, tingginya intensitas penggunaan konsol membuat pemilik rental harus memberikan perhatian lebih terhadap perawatan perangkat. Mulai dari membersihkan konsol secara rutin, mengganti stik yang rusak, hingga menjaga suhu ruangan tetap sejuk agar mesin tidak mengalami gangguan akibat digunakan hampir tanpa henti.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung selama masa liburan sekolah, Dika berharap tren positif tersebut dapat terus membantu perkembangan usahanya. Ia juga mengajak para pelanggan untuk tetap bermain secara bijak dengan membagi waktu antara hiburan, istirahat, dan aktivitas lainnya agar liburan tetap menyenangkan sekaligus bermanfaat.


Jurnalis: Roni Ardiansyah

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *