Operasional MBG Libur, Relawan Keluhkan Pendapatan

Suasana Dapur SPPG di Dusun Purworejo, Desa Kepung, Kabupaten Kediri, yang berhenti beroperasi sementara selama masa libur sekolah. Seluruh peralatan disimpan dalam kondisi steril dan area dapur tetap dijaga petugas keamanan. (Dok. Roni Ardiansyah / Tandaglobalnews )

Tandaglobal.news | KEDIRI — Memasuki masa libur panjang sekolah, aktivitas di Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang berlokasi di Dusun Purworejo, Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, dipastikan lumpuh total. Berhentinya operasional ini terjadi seiring dengan dihentikannya sementara kucuran anggaran dari pemerintah selama masa liburan siswa, Sabtu (27/6/2026).

Penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini membawa dampak yang cukup signifikan bagi roda perekonomian para pekerja di dalamnya. Selama masa libur ini, para relawan dapur sama sekali tidak mendapatkan gaji. Kondisi serupa juga dialami oleh pihak mitra pelaksana yang tidak menerima insentif sepeser pun selama aktivitas memasak diliburkan.

Kondisi ini memicu gelombang keluhan dari para pekerja dapur. Pasalnya, mayoritas dari mereka menggantungkan sumber pendapatan utamanya pada keberlangsungan program MBG tersebut.

“Iya, banyak sekali yang mengeluh karena pendapatan mereka selama ini hanya bersumber dari program MBG ini, termasuk saya sendiri,” ungkap Indah, salah seorang relawan di Dapur SPPG Dusun Purworejo, saat memberikan keterangan pada Sabtu (27/6/2026).

Meski tidak ada aktivitas memasak maupun distribusi makanan, manajemen Dapur SPPG Kepung tetap memastikan seluruh aset dan kebersihan area dapur terjaga dengan baik. Pantauan di lokasi menunjukkan seluruh peralatan memasak hingga wadah makanan (ompreng) telah dikemas dan dibungkus rapat menggunakan plastik wrapping bening agar tetap steril dari debu selama ditinggal libur.

Guna memastikan keamanan logistik dan kebersihan gedung, pihak SPPG menyiagakan petugas keamanan (satpam) yang tidak ikut libur. Dapur ini dijaga oleh dua orang satpam yang dibagi ke dalam beberapa shift kerja dan tetap diberi gaji oleh mitra.

Selain bertugas menjaga keamanan dari potensi gangguan luar, petugas keamanan ini juga tetap bertanggung jawab melakukan pembersihan berkala. Langkah ini diambil agar kondisi ruangan dapur tetap higienis dan selalu dalam keadaan siap pakai saat tahun ajaran baru sekolah kembali dimulai nantinya.

Baca Juga  Bupati Kediri Salurkan 200 Ton Benih Jagung untuk 683 Poktan, Petani Harap Produktivitas Meningkat
administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *