Rayakan Hari Jadi ke-1147, Kota Kediri Sukses Gelar Festival Literasi 18 Hari di GOR Jayabaya

Antusiasme Pelajar Juga Masyrakat Mengikuti Rangkaian Acara di GOR Jayabaya dalam Peringatan Hari Jadi Kota Kediri Ke-1147 tahun 2026 ( Dok. Roni Ardiansyah / Tandaglobalnews)

Tandaglobal.news | KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri sukses menggelar Festival Literasi yang dipusatkan di GOR Jayabaya sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 18 hari, sejak 10 hingga 27 Juni 2026, tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.

Pelaksanaan festival ini menggandeng penerbit nasional Mizan melalui program OOTB (Out of the Boox) Gudang Buku Keliling. Kolaborasi tersebut menghadirkan ribuan koleksi buku sekaligus menyulap GOR Jayabaya menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca.

Tak hanya menghadirkan bursa buku murah, festival ini juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, seperti lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba bertutur, cerdas cermat tingkat SMP, hingga sesi storytelling atau mendongeng guna menanamkan minat baca sejak usia dini.

Literasi praktis pun turut diperkenalkan melalui kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam kegiatan sosialisasi literasi keuangan. Selain itu, terdapat pula Lomba Barista Cilik yang dipadukan dengan edukasi mengenai kopi sebagai salah satu bentuk pengenalan literasi kreatif kepada generasi muda.

Memasuki hari-hari terakhir penyelenggaraan, antusiasme masyarakat terlihat semakin tinggi. Selain berburu buku dengan harga terjangkau, pengunjung juga mengikuti program Transliteria dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, yakni kegiatan berkeliling kota menggunakan bus yang diakhiri dengan bedah buku serta pemutaran video sejarah “1000 Tahun Kota Kediri” karya Gus Barok.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Adi Wicaksono, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator keberhasilan festival tersebut. Menurutnya, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Kediri, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Jombang dan Tulungagung.

“Harapan kami tentu tingkat literasi masyarakat bisa melonjak naik. Festival ini bukan sekadar tempat jual beli buku, melainkan ruang diskusi yang menghidupkan kembali kegemaran membaca di tengah masyarakat,” ujar Adi saat ditemui di GOR Jayabaya, Jumat (26/6/2026).

Adi Wicaksono menambahkan, kegiatan literasi yang dikemas secara menarik juga diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap berbagai informasi yang kredibel, termasuk sejarah daerah.

“Melalui ruang literasi seperti ini, masyarakat bisa memperoleh informasi yang valid dan terverifikasi, termasuk tentang sejarah Kota Kediri. Kami berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin yang terus menumbuhkan budaya membaca di semua kalangan usia,” pungkasnya.

Jurnalis : Roni Ardiansyah

Baca Juga  Bakar Sisa Daun Tebu Kering, Warga Mojo Tewas Terbakar

administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *