
TandaGlobalNews | Jakarta – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR atau yang akrab disapa Yupi terus menjadi perhatian publik. Di tengah proses pengejaran terhadap terduga pelaku berinisial TH, beredar rekaman suara yang diduga berisi pengakuan korban mengenai perlakuan yang dialaminya selama berada dalam penguasaan pelaku.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial tersebut, korban menceritakan berbagai bentuk perlakuan yang diterimanya selama bertahun-tahun. Saat berbicara, korban terdengar kesulitan menyampaikan kalimat dengan jelas, namun tetap berusaha menjelaskan kondisi yang dialaminya.
Menurut pengakuannya, ia tidak dapat beraktivitas secara bebas karena mengalami gangguan penglihatan yang membuatnya sulit melihat. Korban juga mengaku tidak diperbolehkan mengeluarkan suara ketika menerima perlakuan kasar dari pelaku. Jika mencoba berteriak atau bersuara, ia mengaku akan mendapatkan perlakuan yang lebih berat.
Mengaku Sering Dipukul dan Dipaksa Tinggal di Kamar Mandi
Dalam rekaman tersebut, korban menyebut dirinya kerap mengalami pemukulan pada beberapa bagian tubuh, termasuk area mata, telinga, dan kaki. Ia juga mengaku pernah dipaksa mengikuti keinginan pelaku, termasuk terkait penggunaan tato.
Salah satu bagian yang paling menyita perhatian publik adalah pengakuan korban mengenai kondisi hidup sehari-hari yang harus dijalaninya. Korban mengaku hanya memperoleh makanan satu kali dalam sehari. Setelah makan, ia disebut diminta kembali berdiam diri dan bahkan tidur di kamar mandi.
Pengakuan tersebut memicu gelombang simpati dari masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini melalui berbagai platform media sosial.
Kasus Sudah Ditangani Kepolisian
Sebelumnya, Polda Jawa Barat mengungkap bahwa korban diduga mengalami penyekapan oleh kekasihnya selama kurang lebih tiga tahun di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kasus tersebut dilaporkan oleh pihak keluarga setelah korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perawatan medis intensif.
Korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait, telah menyatakan komitmen untuk mengawal proses pemulihan korban serta penegakan hukum terhadap pelaku.
Berharap Bisa Hidup Normal Kembali
Dalam rekaman yang sama, korban juga menyampaikan harapannya untuk dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Ia berharap kondisi kesehatannya dapat membaik dan pelaku segera ditangkap agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku yang telah menjadi buronan. Publik pun terus mengikuti perkembangan kasus yang dinilai sebagai salah satu kasus dugaan kekerasan terhadap perempuan yang paling menyita perhatian dalam beberapa waktu terakhir.