Menkes Budi Gunadi: Korban Penyekapan di Bandung Akan Dirawat Hingga Tuntas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan terkait penanganan korban dugaan penyekapan dan kekerasan di Bandung. Pemerintah memastikan korban mendapat perawatan hingga proses rekonstruksi wajah selesai. Foto: ANTARA/Nadia Putri Rahmani.

TandaGlobalNews | BANDUNG – Pemerintah memastikan penanganan medis terhadap YTR (29), perempuan yang diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan selama bertahun-tahun di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan dilakukan secara menyeluruh hingga tahap rekonstruksi wajah. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyusul kondisi korban yang mengalami luka berat pada sejumlah bagian tubuh, terutama wajah dan kepala.

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Tim medis disebut terus memantau perkembangan kondisi fisik maupun psikologis korban setelah ditemukan dalam keadaan memprihatinkan dan dievakuasi ke rumah sakit.

“Kami akan merawat sampai rekonstruksi karena wajahnya harus direkonstruksi,” kata Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Pemerintah Tanggung Seluruh Penanganan Medis

Kementerian Kesehatan memastikan seluruh kebutuhan medis korban akan dipenuhi, termasuk tindakan operasi rekonstruksi yang diperlukan akibat luka serius yang dialami. Pemerintah juga menjamin korban memperoleh pelayanan kesehatan terbaik hingga proses pemulihan selesai.

Menurut Menkes, penanganan korban tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) turut dilibatkan guna memberikan pendampingan sosial, psikologis, dan bantuan ekonomi bagi korban.

“Untuk masalah ekonominya ditangani pemerintah daerah, sedangkan masalah sosialnya ditangani Kementerian PPPA, dan kami sudah berkoordinasi,” ujarnya.

Budi mengaku sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa korban. Ia menilai kasus kekerasan semacam ini tidak seharusnya terjadi dan berharap penegakan hukum dapat berjalan maksimal agar memberikan keadilan bagi korban.

Baca Juga  Asep Romaya Datangi Majalaya, Fokus Perbaikan Irigasi untuk Kelancaran Air Sawah Petani

Kondisi Korban Berangsur Membaik

Berdasarkan keterangan sejumlah pihak yang menangani korban, kondisi YTR dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. Korban telah mampu berkomunikasi secara terbatas dengan keluarga dan tenaga medis meski masih membutuhkan perawatan lanjutan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami banyak luka di bagian wajah, kepala, kaki, serta sejumlah bekas luka lainnya yang diduga berasal dari tindakan kekerasan yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Luka-luka tersebut menjadi fokus utama penanganan medis saat ini.

Tim dokter juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan tahapan rekonstruksi wajah yang akan dijalani korban setelah kondisi kesehatannya dinilai stabil.

Terungkap Setelah Keluarga Menerima Pesan Misterius

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal. Pengirim pesan tersebut mengabarkan bahwa korban berada di Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Keluarga yang segera mendatangi rumah sakit terkejut melihat kondisi korban. YTR ditemukan dengan luka serius di bagian kepala dan wajah, serta luka pada kaki dan tangan. Sebelum ditemukan, korban diketahui telah hilang dan tidak dapat dihubungi keluarganya selama kurang lebih tiga tahun.

Dugaan sementara menyebut korban mengalami penyekapan dan kekerasan berulang oleh pria berinisial TH yang diketahui merupakan kekasihnya. Berdasarkan keterangan keluarga yang disampaikan kepada media, korban diduga kerap mengalami penganiayaan selama masa penyekapan tersebut.

Polisi Terus Memburu Terduga Pelaku

Di sisi lain, penyidik Polda Jawa Barat masih melakukan pengejaran terhadap TH yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus tersebut. Polisi telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan terus mendalami kronologi kejadian untuk mengungkap seluruh fakta yang terjadi selama korban menghilang.

Baca Juga  Prabowo hadiri konsolidasi program makan bergizi gratis di Sentul

Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang Polda Jawa Barat menyatakan proses penyelidikan masih berjalan dan pencarian terhadap terduga pelaku terus diperluas. Aparat juga berupaya memastikan korban mendapatkan perlindungan selama proses hukum berlangsung.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena diduga melibatkan penyekapan dalam waktu yang sangat lama dan mengakibatkan korban mengalami luka fisik serta trauma mendalam. Pemerintah, aparat penegak hukum, dan berbagai lembaga terkait kini berupaya memastikan korban memperoleh pemulihan maksimal sekaligus mengawal proses hukum terhadap pelaku.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *