UMKM Gronjong Wariti Dikelola Tertib, Berdayakan Warga Desa Mejono

UMKM di Wisata Gronjong Wariti Kediri dikelola tertib oleh BUMDes dan Pemdes Mejono, membuka lapangan kerja serta meningkatkan ekonomi warga.
(Foto: Dok.TGN/Roni Ardiansyah)

KEDIRI, TandaGlobalNews – Keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Gronjong Wariti, Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat setempat. Seluruh aktivitas usaha di kawasan wisata tersebut dikelola secara tertib oleh BUMDes Hapsari bersama Pemerintah Desa Mejono dengan mengutamakan pemberdayaan warga asli desa.

Sebanyak 45 lapak usaha telah disediakan dan ditata secara teratur sehingga para pedagang dapat menjalankan usahanya dengan nyaman tanpa berjualan secara sembarangan. Kebijakan ini bertujuan agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Beragam produk dan layanan ditawarkan oleh para pelaku UMKM. Di sektor kuliner, pengunjung dapat menikmati berbagai makanan khas seperti soto bathok, nasi pecel, rawon, nasi jagung, hingga aneka camilan tradisional dan minuman segar. Sementara itu, sektor kerajinan dan oleh-oleh menghadirkan emping melinjo sebagai produk unggulan desa, serta berbagai kerajinan bambu dan aksesoris khas lokal.

Selain usaha kuliner dan kerajinan, tersedia pula berbagai layanan jasa yang mendukung kebutuhan wisatawan, seperti penyewaan perlengkapan wisata, jasa dokumentasi foto, hingga layanan parkir.

Untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan menciptakan iklim usaha yang sehat, pengelola menerapkan sejumlah aturan bagi para pedagang. Salah satunya adalah penetapan harga yang seragam dan terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000, guna menghindari persaingan tidak sehat antar pelaku usaha.

Para pedagang juga tidak dibebani biaya sewa lapak yang tinggi. Mereka hanya diwajibkan membayar iuran kebersihan dengan nominal ringan serta menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan di sekitar tempat usaha masing-masing.

Keberadaan UMKM di kawasan wisata Gronjong Wariti terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kegiatan usaha tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 120 warga secara langsung. Pendapatan para pedagang juga mengalami peningkatan, terutama saat akhir pekan, hari libur nasional, maupun musim liburan sekolah.

Pengelola Wisata Gronjong Wariti, Riadi, menjelaskan bahwa penataan UMKM dilakukan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan wisata.

“Semua lapak sudah kami atur sedemikian rupa agar rapi dan tidak mengganggu keindahan alam. Kami utamakan warga sendiri supaya hasilnya langsung kembali ke masyarakat,” ujar Riadi, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, kebijakan harga yang seragam juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengunjung saat berbelanja di kawasan wisata tersebut.

Ke depan, pengelola berharap para pelaku UMKM terus berkembang dan mampu meningkatkan kualitas produknya. Berbagai dukungan telah diberikan, mulai dari pelatihan pengemasan produk, peningkatan standar kebersihan, hingga pelayanan kepada konsumen.

“Kami menargetkan produk-produk ini bisa menjadi ciri khas dan oleh-oleh resmi dari Gronjong Wariti. Harapannya, kualitas terus ditingkatkan dan ada inovasi baru agar semakin banyak pengunjung yang tertarik dan datang kembali,” tambah Riadi.

Dengan pengelolaan yang tertata dan berbasis pemberdayaan masyarakat, UMKM Gronjong Wariti diharapkan terus tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kediri.


Jurnalis: Roni Ardiansyah
Editor: Aditya Efendi

administrator

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *