
TandaGlobal.news | BOYOLALI – Misteri kematian seorang perempuan lanjut usia bernama Aminah yang diduga terkait kiriman sate misterius mulai menemukan titik terang. Kepolisian Resor (Polres) Boyolali mengungkap bahwa pengirim paket sate yang diterima korban ternyata merupakan menantunya sendiri.
Peristiwa bermula pada 19 Mei 2026 saat Aminah, yang tinggal seorang diri di rumahnya, menerima kiriman sate melalui layanan ojek online. Paket makanan tersebut datang tanpa identitas pengirim yang jelas sehingga menimbulkan kecurigaan.
Merasa ada kejanggalan, Aminah sempat menghubungi anaknya untuk menanyakan asal-usul kiriman tersebut. Mengetahui adanya paket misterius, anak korban telah memperingatkan ibunya agar tidak mengonsumsi makanan tersebut. Namun peringatan itu tidak diindahkan.
Korban tetap memakan sate yang diterimanya. Bahkan, menurut keterangan keluarga, Aminah sempat mengatakan bahwa makanan yang terlihat enak tidak seharusnya disia-siakan.
Keesokan harinya, saat anak korban datang ke rumah untuk menitipkan cucunya, Aminah tidak memberikan respons ketika dipanggil maupun saat pintu rumah diketuk. Karena khawatir terjadi sesuatu, keluarga akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu rumah.
Korban ditemukan telah meninggal dunia dalam posisi tergeletak di kursi. Saat ditemukan, kondisi korban disebut mengalami gejala yang mencurigakan, termasuk adanya busa di sekitar mulut.
Kejanggalan lain juga ditemukan di lingkungan sekitar rumah korban. Sejumlah ayam yang berada di sekitar lokasi dilaporkan mati mendadak pada hari yang sama, sehingga memunculkan dugaan adanya zat berbahaya yang berkaitan dengan kematian korban.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian pada 25 Mei 2026. Untuk kepentingan penyelidikan, makam korban dibongkar kembali guna dilakukan autopsi dan uji toksikologi.
Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra, mengatakan pihaknya telah memeriksa sedikitnya delapan saksi dalam kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan sementara, menantu korban mengakui telah mengirimkan paket sate yang diterima Aminah.
Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
“Kami saat ini pun masih menunggu hasil toksikologi dari Dokpol Polda Jateng terkait hasil pemeriksaan ekshumasi dan hasil uji laboratorium,” ujar Indra Maulana Saputra.
Menurutnya, pengakuan mengenai pengiriman sate belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian korban. Polisi masih memerlukan bukti ilmiah berupa hasil autopsi dan uji toksikologi guna memastikan apakah terdapat kandungan zat berbahaya yang menyebabkan kematian Aminah.
Penyelidikan kasus ini juga melibatkan tim kedokteran kepolisian dan laboratorium forensik Polda Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Hingga kini, status menantu korban masih sebagai saksi dan pemeriksaan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh motif serta rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Aminah.
Polres Boyolali menegaskan proses penyidikan masih berlangsung dan masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan ilmiah sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab pasti kematian korban.