Banyak yang Keliru,  Maqam Ibrahim Ternyata Bukan Makam, Ini Fakta Sejarah Tempat Nabi Ibrahim Saat Membangun Ka’bah

Maqam Ibrahim, tempat Nabi Ibrahim AS berpijak saat membangun Ka’bah
Foto : SPA

Tandaglobal.news | Jakarta, Jumat  (5/6/2026) Di tengah jutaan jamaah yang memadati Masjidil Haram setiap tahun, terdapat sebuah bangunan kecil berlapis kaca dan logam berwarna keemasan yang berdiri tidak jauh dari Ka’bah. Bangunan tersebut dikenal sebagai Maqam Ibrahim, salah satu situs bersejarah yang memiliki kedudukan penting dalam syariat Islam.

Meski sangat dikenal oleh umat Islam di seluruh dunia, masih banyak yang mengira Maqam Ibrahim merupakan makam Nabi Ibrahim AS. Padahal, anggapan tersebut tidaklah tepat.

Secara bahasa, kata maqam dalam bahasa Arab berarti tempat berdiri atau tempat berpijak, bukan makam atau kuburan. Maqam Ibrahim merujuk pada batu yang diyakini menjadi pijakan Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Jejak Pijakan Nabi Ibrahim

Maqam Ibrahim yang saat ini berada di sisi timur Ka’bah memiliki ukuran relatif kecil dengan tinggi sekitar 20 sentimeter. Pada permukaan batu tersebut terdapat dua cekungan yang diyakini sebagai bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim AS.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan, sebagaimana dikutip pada AboutIslam, Jumat (5/6/2026) bahwa ketika Nabi Ibrahim AS membangun Ka’bah, batu yang semula keras menjadi lunak atas kehendak Allah SWT sehingga telapak kaki beliau meninggalkan bekas yang terlihat jelas. Peristiwa tersebut menjadi salah satu mukjizat yang terus dikenang hingga saat ini.

Di lokasi tersebut pula Nabi Ibrahim AS disebut melaksanakan shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT setelah menyelesaikan pembangunan Ka’bah.

Disebut dalam Al-Qur’an

Keistimewaan Maqam Ibrahim ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ

“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.” (QS Al-Baqarah: 125)

Baca Juga  Jelang Pulang ke Tanah Air, Jemaah Haji Borong Boneka Unta untuk Buah Tangan Keluarga

Berdasarkan ayat tersebut, jamaah yang telah menyelesaikan tujuh putaran tawaf dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila kondisi memungkinkan.

Pernah Dipindahkan pada Masa Umar bin Khattab

Dalam sejarah Islam, posisi Maqam Ibrahim tidak selalu berada di lokasi seperti sekarang. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, batu tersebut dipindahkan sedikit ke arah timur dari posisi semula.

Kebijakan itu dilakukan untuk mengakomodasi jumlah jamaah yang semakin banyak dan menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah tawaf. Dengan demikian, jamaah yang melaksanakan shalat di sekitar Maqam Ibrahim tidak mengganggu arus tawaf yang mengelilingi Ka’bah.

Salah Satu Batu yang Diyakini Berasal dari Surga

Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa Maqam Ibrahim termasuk salah satu dari tiga batu yang diturunkan Allah SWT dari surga. Dua batu lainnya adalah Hajar Aswad dan batu yang pernah digunakan oleh Bani Israil.

Keberadaan Maqam Ibrahim yang tetap terjaga hingga kini dipandang banyak ulama sebagai salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Selama ribuan tahun, melewati berbagai pergantian zaman, peperangan, hingga renovasi Masjidil Haram, situs tersebut tetap menjadi bagian penting dari syiar Islam di Tanah Suci.

Jejak yang Terlihat Saat Ini Bukan Bentuk Asli

Meski keberadaan Maqam Ibrahim diakui dan sahih dalam syariat Islam, para ulama mengingatkan agar umat Islam memahaminya secara proporsional.

Jejak kaki yang terlihat pada kubah kaca Maqam Ibrahim saat ini kemungkinan bukan lagi bentuk asli sebagaimana pada masa Nabi Ibrahim AS. Secara historis, bentuk asli jejak tersebut diyakini telah mengalami perubahan seiring perjalanan waktu.

Karena itu, jejak yang tampak sekarang lebih berfungsi sebagai penanda lokasi tempat Nabi Ibrahim AS berdiri ketika membangun Ka’bah, bukan sebagai objek yang memiliki nilai sakral untuk disembah atau diagungkan secara berlebihan.

Baca Juga  Aturan Bagasi Haji 2026: Koper Nekat Isi Zamzam Bakal Dibongkar!

Pelajaran utama yang dapat diambil dari Maqam Ibrahim adalah keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menaati perintah Allah SWT, berjuang membangun Baitullah, serta menegakkan tauhid sebagai fondasi kehidupan umat manusia.

Sumber : mui.or.id

author

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *