
TandaGlobalNews – Seorang tentara Israel dilaporkan tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah bom meledak di dekat pos komando Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di wilayah Lebanon.
Media penyiaran Israel, KAN, yang dikutip Anadolu Agency, melaporkan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat pada Rabu (17/6/2026).
Menurut keterangan militer Israel, saat kejadian pasukan dari Brigade Givati sedang melakukan patroli berjalan kaki di sekitar pos komando terdepan milik wakil komandan Divisi ke-36.
Dalam pernyataannya, IDF menyebut sebuah “perangkat musuh” meledak di dekat pasukan yang berada di kawasan sekitar Sungai Litani, Lebanon Selatan.
Ledakan tersebut mengakibatkan satu tentara Israel meninggal dunia, sementara tujuh personel lainnya mengalami luka-luka. Para korban yang terluka kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa itu terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah Lebanon, meskipun sebelumnya telah muncul nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran terkait upaya meredakan konflik di kawasan.
MoU tersebut memuat sejumlah poin penting, termasuk penghentian operasi militer di berbagai front konflik, rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap Iran, hingga pembahasan mengenai masa depan program nuklir Teheran.
“Amerika Serikat dan Republik Islam Iran beserta sekutu-sekutunya dalam perang saat ini menandatangani Nota Kesepahaman ini untuk menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon, dan berjanji mulai sekarang untuk tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain,” demikian bunyi poin pertama dalam nota kesepahaman tersebut.
Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Sementara itu, situasi keamanan di wilayah perbatasan Israel-Lebanon masih menjadi perhatian di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung.