
KEDIRI, Tandaglobal.news — Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri terus mematangkan persiapan pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri sebagai pintu keberangkatan jamaah haji dan umrah. Rencana ini disiapkan untuk melayani jamaah dari wilayah Kediri dan kawasan Mataraman, termasuk Madiun dan sekitarnya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, mengungkapkan bahwa fokus persiapan saat ini adalah percepatan penyelesaian bio visa dan kepastian dokumen paspor di tingkat daerah. Kelengkapan administrasi tersebut menjadi tahapan penting sebelum jamaah memasuki proses pelunasan biaya dan penataan manifes penerbangan.
“Saat ini kita dalam persiapan proses penyelesaian bio visa yang dilakukan di masing-masing kantor kementerian di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Kediri untuk memastikan paspornya selesai. Jika paspor ini sudah selesai, maka 75 persen proses pemberangkatan haji ini bisa diselesaikan,” ujar Abdul Kholiq saat ditemui di Kediri.
Setelah paspor dan visa rampung, tahapan berikutnya meliputi pelunasan biaya, penataan manifes penerbangan, bimbingan manasik, hingga pelepasan jamaah menuju Tanah Suci.
Selain kelengkapan administrasi, aspek kesehatan jamaah juga menjadi perhatian. Kementerian Haji dan Umrah mengimbau calon jamaah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sedini mungkin guna memastikan pemenuhan syarat istithaah atau kemampuan fisik dan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sejak awal pada saat pemeriksaan pertama, kita sudah menyampaikan kepada jamaah untuk segera dilakukan pemeriksaan apabila ada hal-hal yang barangkali perlu untuk diperbaiki kesehatannya selagi masih ada waktu. Harapannya jamaah yang betul-betul berangkat itu betul-betul istithaah dan kondisi fisiknya betul-betul fit,” jelasnya.
Terkait skema operasional dan infrastruktur Bandara Dhoho Kediri, Abdul Kholiq menyampaikan bahwa rencana keberangkatan jamaah haji wilayah Mataraman masih dipersiapkan secara intensif oleh Kementerian Haji dan Umrah pusat bersama instansi terkait di tingkat wilayah.
Pihak daerah saat ini masih menunggu penugasan personel serta kesiapan fasilitas akomodasi pendukung untuk menunjang proses keberangkatan jamaah.
Mengenai armada penerbangan, rute dari Kediri direncanakan mengikuti standar pelayanan embarkasi Jawa Timur dengan menggunakan maskapai Saudia Airlines.
“Untuk penerbangan pakai Saudi, sesuai dengan Jawa Timur kan semuanya pakai Saudi. Apakah nanti penerbangannya transit atau langsung (direct), kita masih menunggu keputusan akhir yang disampaikan oleh panitia dari Jakarta. Kita berdoa mudah-mudahan yang terbaik untuk semua jamaah haji yang ada di Kediri dan sekitarnya,” pungkas Abdul Kholiq.


















Tinggalkan Balasan