KEDIRI, Tandaglobal.news — Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, memiliki potensi di sektor pertanian, perikanan, hingga wisata sejarah yang berkaitan dengan Sri Aji Joyoboyo. Pemerintah desa juga terus berupaya meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasi Pemerintahan Edi Purwanto dan Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Ririn, Desa Menang terbagi menjadi dua dusun, yakni Dusun Suko dan Dusun Menang. Jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 5.000 jiwa.
Di sektor pertanian dan perkebunan, komoditas unggulan desa ini meliputi cabai dan belimbing. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan budidaya ikan air tawar, seperti gurami dan nila.
“Kecamatan Pagu desa [Menang] desanya Menang dusunnya Suko,” ujar Edi Purwanto, Kasi Pemerintahan Desa Menang.
Selain potensi ekonomi, Desa Menang memiliki daya tarik wisata sejarah, di antaranya Museum Joyoboyo dan Pamuksan yang berkaitan dengan petilasan Sri Aji Joyoboyo. Keberadaan situs tersebut menjadi bagian dari identitas sejarah dan kebudayaan desa.
Mengenai asal-usul nama Menang, narasumber menyebut nama tersebut telah dikenal sejak zaman kerajaan. Berdasarkan cerita tutur yang berkembang di masyarakat, penemu situs sejarah Joyoboyo dan kawasan Pamuksan disebut sebagai keturunan lurah pertama yang menjadi cikal bakal punden di wilayah tersebut.
Dalam aspek pembangunan, pemerintah desa memperoleh dukungan pendanaan dan program dari pemerintah pusat. Pengembangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan desa. Namun, narasumber turut menyinggung adanya masa vakum pembangunan selama dua tahun.
Untuk pelayanan administrasi dan kesehatan, pemerintah desa menilai pelaksanaannya sudah berjalan cukup baik.
“Sudah… enggak ada yang komplain kok… insyaallah bagus,” ujar Edi Purwanto, Kasi Pemerintahan Desa Menang, mengenai pelayanan kepada masyarakat.
Ke depan, pemerintah desa berharap Desa Menang semakin berkembang, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sektor kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan juga menjadi perhatian agar masyarakat dapat merasakan kemajuan secara merata.
“Ambeh maju, ambeh… kesahatan, umat, pendidikan, kebudayaan… diharapakan desa seperti itu,” ujar Ririn, Kasi Kesra Desa Menang, mengenai harapan bagi perkembangan desa.
Dengan potensi pertanian, perikanan, serta warisan sejarah yang dimiliki, Desa Menang diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


















Tinggalkan Balasan